Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(kanan - kiri). Dirut PT KBI Fajar Wibhiyadi, Dirut PT Asia Sejahtera Mina Tbk Indra Widhyadharma, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Wagub Jawa Timur Emil Dardak dalam  penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT KBI dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk, yang dilakukan di Sidoarjo pada hari Jumat, 31 Januari 2020. Foto: IST

(kanan - kiri). Dirut PT KBI Fajar Wibhiyadi, Dirut PT Asia Sejahtera Mina Tbk Indra Widhyadharma, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Wagub Jawa Timur Emil Dardak dalam penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT KBI dengan PT Asia Sejahtera Mina Tbk, yang dilakukan di Sidoarjo pada hari Jumat, 31 Januari 2020. Foto: IST

KBI Gandeng Asia Sejahtera Mina Kembangkan Potensi SRG

Sabtu, 1 Februari 2020 | 14:03 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Kliring Berjangka Indonesia Persero  (KBI) gandeng PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) dalam pemanfaatan sistem resi gudang (SRG) komoditas rumput laut. Kerjasama ini merupakan langkah strategis KBI dalam upaya untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan SRG.

Dalam kerjasama ini, KBI dan akan menyediakan sarana dan prasarana Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi dan Registrasi komoditas rumput laut, sedangkan PT Asia Sejahtera Mina akan menyediakan komoditas rumput laut yang dimasukan dalam skema resi gudang, serta sarana dan prasarana pemasaran komoditas rumput laut.

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, SRG untuk komoditi rumput laut memiliki potensi ekonomi yang besar bagi nelayan maupun pengusaha.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk SRG khususnya rumput laut. Dengan luas wilayah lautan yang ada, serta kapasitas hasil yang didapat nelayan per tahun, kami optimistis ke depan pemanfaatan SRG untuk komoditas rumput laut ini akan meningkat,” kata Fajar dalam keterangan resmi yang diterima Investor Daily, Sabtu (1/2).

Data KBI menunjukkan, di tahun 2019 nilai pembiayaan SRG untuk komoditas rumput laut mencapai Rp 9,8 miliar. Untuk tahun 2017, SRG rumput laut mencapai Rp 2,9 miliar , dan Rp 11,9 miliar di tahun 2018. Dari sisi jumlah SRG yang diterbitkan, tahun 2017 sejumlah 18 SRG, tahun 2018 sejumlah 25 SRG dan 2019 mencapai 24 SRG. Diperkirakan di tahun-tahun mendatang pemanfaatan SRG rumput laut ini akan terus tumbuh.

Kendati demikian, Fajar mengakui bahwa belum semua nelayan mengetahui akan manfaat SRG. “Hal inilah yang menjadi pekerjaan rumah bersama kami para pemangku kepentingan. Kami yakin, kedepan para nelayan akan memanfaatkan SRG ini, karena sudah jelas akan memberikan manfaat kepada mereka. Tidak hanya manfaat secara nilai komoditasnya, tapi juga manfaat dari sisi finansialnya,” kata dia.

Adapun penandatanganan Nota Kesepahaman antara PT KBI dengan Asia Sejahtera Mina, dilakukan di Sidoarjo pada Jumat (31/12020). Penandangatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan oleh Fajar Wibhiyadi dengan Direktur PT Asia Sejahtera Mina Indra Widyadharma.

Lepas Ekspor Rumput Laut

Dalam kesempatan yang sama Asia Sejahtera Mina juga melakukan pelepasan ekspor Rumput laut dari gudang SRG. Adapun rumput laut yang dilepas ekspornya berjenis cottonii dengan volume sebanyak 50 ton atau senilai Rp1,14 miliar.

Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto menegaskan sistem resi gudang (SRG) berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan membangun perdagangan dan industri yang berbasis sumber daya lokal. Menurut Mendag, mekanisme gudang SRG menawarkan terbukanya akses pasar di dalam dan luar negeri.

"Kami optimistis SRG dapat mendorong pembangunan ekonomi. Seiring dengan perkembangan sistem informasi dan teknologi, SRG yang semula hanya digunakan sebagai instrumen tunda jual, saat ini juga dapat dimanfaatkan para pelaku usaha dalam mendukung kegiatan ekspor komoditas,” katanya.

Adapun ekspor rumput laut pada 2018 masih didominasi ekspor dalam bentuk produk mentah dengan total ekspor mencapai US$ 208,40 juta atau memberikan kontribusi ekspor sebesar 71,54 % dari total ekspor rumput laut secara keseluruhan. Sedangkan untuk ekspor rumput laut dalam bentuk olahan sebesar US$ 82,91 juta atau sekitar 28,46%.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Tjahya Widayanti, menambahkan, potensi ini masih terbuka untuk terus ditingkatkan. Ekspor komoditas rumput laut saat ini masih didominasi ekspor bahan baku yang dapat dikembangkan menjadi ekspor produk turunan rumput laut yang akan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.

Lebih lanjut, Tjahya juga menyampaikan guna mendukung tugas Kemendag untuk melakukan peningkatan ekspor nonmigas, Bappebti berupaya melakukan optimalisasi pemanfaatan SRG untuk mendukung kegiatan ekspor komoditas.

“Ke depan, kami berharap tidak hanya sebatas komoditas rumput laut, namun juga komoditas SRG lainnya yang berorientasi ekspor untuk dapat menduplikasi skema ini untuk meningkatkan transaksi ekspor komoditas Indonesia,” tegas Tjahya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN