Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT KBI meraih Sertifikasi ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari British Standards Institution (BSI).

PT KBI meraih Sertifikasi ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari British Standards Institution (BSI).

KBI Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Selasa, 15 September 2020 | 15:11 WIB
Thereis Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Kliring Berjangka Indonesia Persero (KBI) meraih Sertifikasi ISO 37001: 2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan dari British Standards Institution (BSI). Sertifikasi ini merupakan bagian dari peningkatan implementasi tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance / GCG) di KBI.

Direktur Utama KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan, ini merupakan bentuk nyata dari upaya KBI dalam menjaga korporasi dari tindakan yang merugikan, baik untuk KBI maupun pemangku kepentingan.

“Sertifikasi yang didapat KBI ini meliputi sistem manajemen antisuap di bidang keuangan, audit internal dan kepatuhan, manusia sumber daya, urusan umum dan pengadaan, teknologi informasi, operasi, sekretaris perusahaan dan bisnis kecuali untuk usaha penjaminan emisi,” kata Fajar dalam keterangan resmi perseroan, Selasa (15/9).

Fajar menjelaskan, dalam konteks GCG, implementasi anti penyuapan khususnya dalam Whistleblowing System (WBS) sendiri merupakan bagian dari 11 pedoman GCG yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance. Sebagai bagian dari sertifikasi ISO 37001 : 2016 ini, KBI telah mengeluarkan kebijakan anti penyuapan khususnya terkait Whistleblowing System (WBS).

Adapun dalam kebijakan tersebut, diatur bagaimana mekanisme WBS, apabila pelanggaran dilakukan oleh karyawan, direksi bahkan oleh komisaris. Targetnya adalah zero tolerance terkait penyuapan, dan hal itu berlaku untuk semua yang ada di lingkungan KBI.

Fajar menambahkan, dengan penerapan ISO 37001: 2016, target jangka panjang KBI adalah meningkatkan layanan dan nilai tambah ekonomis para pemangku kepentingan.

Dalam implementasinya, KBI akan mengajak semua pemangku kepentingan khususnya mitra kerja untuk mendukung pelaksanaan ISO 37001: 2016 ini.

“Selain itu, bagi kami yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), implementasi ISO 37001: 2016 ini merupakan implementasi dari core value BUMN yaitu AKHLAK, yang dalam hal ini adalah Amanah,” jelas Fajar.

Sementara itu, Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance (2019) Mas Achmad Daniri mengatakan, sistem manajemen anti penyuapan sangat terkait dengan implementasi GCG. ISO 37001: 2016 merupakan perangkat teknis penerapan prinsip-prinsip GCG yang disingkat TARIF, yakni transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi dan fairness. Pemenuhan ISO 37001: 2016, merupakan langkah mendasar bagi KBI guna mendorong implementasi GCG di KBI menjadi lebih baik.

“Tantangan berikutnya adalah upaya KBI untuk membudayakan GCG dalam seluruh kegiatan operasional korporasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, ISO 37001: 2016 sendiri merupakan sebuah standar internasional yang mengatur Sistem Sistem Manajemen Anti Penyuapan (Anti Bribery Management System).

Di Indonesia, penerapan ISO 37001: 2016 berawal dari Inpres No 10 tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dengan mengadopsi secara identik standar ISO 37001: 2016 menjadi SNI ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti-Suap.

ISO ini dapat digunakan untuk menanamkan budaya anti-suap dalam sebuah organisasi/institusi negara maupun swasta. Standar ini akan mampu mendeteksi potensi penyuapan, sehingga organisasi/institusi dapat melakukan pencegahan sejak awal.

Selain itu, sertifikasi ini dimaksudkan untuk membantu korporasi maupun organisasi untuk menerapkan sistem manajemen anti penyuapan yang efektif.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN