Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bitcoin: IST

Ilustrasi Bitcoin: IST

Kemendag Terbitkan Aturan Daftar Aset Kripto

Selasa, 12 Januari 2021 | 15:41 WIB
Parina Theodora

JakartaKementerian Perdagangan melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerbitkan Peraturan Bappebti Nomor 7  tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto. Peraturan tersebut mulai berlaku per 17 Desember 2020.

Peraturan tersebut memuat aturan tentang; persyaratan penetapan aset kripto, mekanisme penambahan dan pengurangan jenis aset kripto dalam daftar aset kripto yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset kripto, sampai mekanisme penyelesaian kepada pelanggan akibat dari delisting aset kripto yang tidak terdaftar dalam peraturan Bappebti (perba).

Menurut Kepala Bappebti Sidharta Utama, dalam regulasi tersebut, Bappebti menetapkan 229 jenis aset kripto yang bisa diperdagangkan di pasar fisik aset kripto. “Dengan demikian, wajib dilakukan delisting jenis aset kripto di luar dari jumlah tersebut di atas dengan diikuti dengan kepastian langkah penyelesaian bagi pelanggan,” jelas Sidharta.

Ia menambahkan, terbitnya Perba ini diharapkan perdagangan fisik aset kripto di Indonesia mampu memberikan kepastian hukum dan juga perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi fisik aset kripto di Indonesia.

Lebih lajut Sidharta menjelaskan, penerbitan regulasi tersebut ini juga bertujuan mencegah penggunaan aset kripto untuk tujuan ilegal, seperti; pencucian uang, pendanaan terorisme, serta pengembangan senjata pemusnah massal. Hal itu sesuai rekomendasi standar internasional Financial Action Task Force untuk melindungi pelanggan aset kripto serta memfasilitasi inovasi dan pertumbuhan aset kripto di Indonesia.

Menurut Sidharta, hingga saat ini, perdagangan pasar fisik aset kripto terus meningkat dan segmentasinya semakin luas. Contohnya, naiknya harga koin aset kripto tertentu di pasar fisik aset kripto yang diperdagangkan oleh calon pedagang aset kripto, seperti Bitcoin.

Salah satu aset kripto tersebut sejak awal 2020, melonjak harganya sampai lebih dari 220%. Harga 1 Bitcoin (Btc) dapat mencapai Rp 375 juta sampai dengan Rp 450 juta. Dan awal tahun 2021 ini saja, harga bitcoin tembus Rp 520 juta dan masih ada kecenderungan untuk terus naik. Kondisi tersebut mengindikasikan perdagangan fisik aset kripto mulai kembali diminati masyarakat Indonesia.

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN