Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Kliring Berjangka Siap Terlibat dalam Perdagangan Aset Kripto

Senin, 26 April 2021 | 13:58 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) menyatakan kesiapannya untuk menjadi lembaga kliring dalam ekosistem investasi di aset kripto.  Pernyataan ini sejalan dengan rencana diterbitkannya perdagangan aset kripto melalui bursa yang sedang dalam tahap persetujuan.

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi menjelaskan, manajemen sudah menyiapkan diri hingga 100%, baik dari segi permodalan maupun infrastrukturnya.

Nantinya, tugas KBI meliputi penyelesaian keuangan, fungsi delivery versus payment, pengawasan integritas keuangan, fungsi suspend, serta rekomendasi sistem dan anggota.

“Dengan hadirnya bursa kripto di Indonesia tentunya ini merupakan hal positif terkait ekosistem investasi. Karena, masyarakat, atau investor akan memiliki banyak pilihan dalam menentukan arah investasinya,” jelas dia, dalam keterangannya, Senin (26/4).

Perdagangan aset kripto melalui bursa tinggal menunggu persetujuan dari otoritas, yaitu Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti).  Setelah terealisasi, rencana ini memperlengkap kelembagaan perdagangan kripo mulai dari bursanya, yaitu di Digital Future Exchange (DFX), para pedagang aset kripto, serta PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero).

Fajar melanjutkan, pihaknya sebagai lembaga kliring akan melakukan edukasi kepada masyarakat terkait investasi tersebut. Karena, bagaimana pun sebuah investasi selalu memiliki risiko yang harus dipahami secara  baik.

Untuk diketahui, kripto merupakan komoditas tidak berwujud yang berbentuk digital aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa campur tangan pihak ketiga.

Saat ini, di Indonesia terdapat 229 aset kripto yang boleh diperdagangkan dan terdapat 8.472 aset kripto yang beredar di seluruh dunia. 

Perlu Regulasi

Pengamat ekonomi  Dr Yoyok Prasetyo berpendapat, sebuah ekosistem investasi aset di kripto sudah seharusnya memiliki regulasi yang jelas. Hal ini tentunya dalam rangka melindungi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat. 

Adanya kasus yang mengatasnamakan investasi aset kripto yang berujung merugikan masyarakat tentunya menjadi pekerjaan rumah dari pemerintah yang berfungsi sebagai regulator untuk segera mengatur investasi yang sedang menjadi tren.

Sementara itu, CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, rencana kehadiran bursa kripto tesebut akan memajukan ekosistem kripto di Indonesia. Kehadiran bursa kripto akan memberikan perlindungan kepada masyarakat investor.

Karena, dalam ekosistem itu akan ada lembaga kliring yang akan memberikan jaminan atas transaksi yang dilakukan. “Aset kripto memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia dan sudah selayaknya diperdagangkan melalui mekanisme di bursa,” pungkas Oscar.

 

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN