Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Minyak dunia. Foto Ilustrasi: IST.

Minyak dunia. Foto Ilustrasi: IST.

Minyak Turun 1% Tertekan Prospek Peningkatan Pasokan Iran

Selasa, 27 Agustus 2019 | 07:43 WIB

NEW YORK, investor.id – Harga minyak turun sekitar 1% pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan prospek peningkatan pasokan minyak mentah Iran setelah Presiden Prancis mengangkat harapan untuk kesepakatan antara Washington dan Teheran, tetapi kerugian dibatasi oleh optimisme seputar kesepakatan perdagangan AS- Tiongkok.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober  seperti dilansir Antara, turun US$ 0,64 ayau 1,1% menjadi ditutup pada US$ 58,70 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah mencapai tertinggi sepanjang sesi di US$ 60,17 per barel. 

Sementara, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober merosot US$0,53 atau 1% menjadi menetap pada di US$ 53,64 per barel di New York Merchantile Exchange.

Harga minyak turun setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan persiapan sedang berlangsung untuk pertemuan antara Presiden Iran Hassan Rouhani dan Presiden AS Donald Trump dalam beberapa hari minggu mendatang untuk menemukan solusi bagi kebuntuan nuklir.

Trump tahun lalu meninggalkan perjanjian nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia, dengan alasan bahwa ia menginginkan kesepakatan yang lebih besar yang tidak hanya membatasi kerja atom Iran, tetapi juga mengekang dukungannya untuk proksi-proksi di Suriah, Irak, Yaman, dan Lebanon serta mengekang program rudal balistiknya.

Trump juga memperketat sanksi-sanksi terhadap Iran pada Mei untuk mencoba menghentikan ekspor minyaknya.

“Sekarang pasar sedang mempertimbangkan kemungkinan bahwa kita akan melihat banjir atau minyak Iran datang ke pasar jika ada kemajuan yang dibuat,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. “Kita harus berhati-hati karena kita pernah mendengar tentang penawaran hanya satu menit untuk dicuit di menit berikutnya,” katanya.

Menopang harga, Trump mengatakan setelah pertemuan puncak G7 para pemimpin dunia di Biaritz, Prancis bahwa ia percaya Tiongkok tulus tentang keinginan untuk mencapai kesepakatan.

Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, yang memimpin perundingan dengan Washington mengatakan Tiongkok tersedia menyelesaikan perselisihan melalui negosiasi “tenang” dan menentang segala peningkatan ketegangan perdagangan.

Harga minyak telah turun sekitar 20% dari level tertinggi 2019 yang dicapai pada April, sebagian karena kekhawatiran bahwa konflik perdagangan AS-Tiongkok mengganggu ekonomi global yang dapat mengurangi permintaan minyak.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan pekan lalu akan mengenakan tariff tambahan 5% atau 10% pada total 5.078 produk asal AS, termasuk minyak mentah, produk pertanian dan pesawat kecil.

Sebagai balasan, Trump mengatakan dia memerintahkan perusahaan-perusahaan AS untuk mencari cara untuk menutup operasi di Tiongkok dan membuat produk-produk di AS. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA