Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi beberapa aset kripto

Ilustrasi beberapa aset kripto

Musim Dingin Kripto Masih Menghantui, Siapa Ikut Jejak Tokocrypto PHK Karyawan?

Senin, 26 September 2022 | 16:11 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyelimuti kalangan start-up masih terus menghantui. Ancaman resesi AS hingga menciptakan “musim dingin kripto atau cryptowinter” tak lekang membuat calon pedagang aset kripto ketar-ketir.

Pertengahan pekan lalu, tercatat ada 45 orang karyawan Tokocrypto diterpa kondisi tersebut. Platform perdagangan aset kripto ini melakukan perubahan strategi bisnis, salah satunya dengan mengurangi 20% dari total 225 karyawannya atau sekitar 45 orang.

Baca juga: Interpol Kirim Peringatan untuk Pendiri Kripto Terra

“Pemotongan itu sebenarnya keluar dari entitas Tokocrypto dan sebagian dipindahkan ke entitas lainnya di bisnis unit lain,” kata COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda kepada Investor Daily, Senin (26/9/2022).

Terkait hal itu, langkah internal yang diambil adalah mentransfer beberapa karyawan kepada bisnis unit yang telah menjadi entitas berbeda yaitu T-Hub dan TokoMall, penyesuaian jumlah karyawan sekitar 20% dengan pertimbangan perubahan fokus bisnis. Itu berarti, ada sekitar 45 karyawan yang akan terkena PHK. Tokocrypto kemudian akan merekomendasikan mereka kepada perusahaan-perusahaan web3 dan blockchain yang selama ini telah menjadi mitranya.

Baca juga: Jumlah Investor Tambah 541.085, Transaksi Aset Kripto di Agustus Kecil Banget Cuma Rp 16,9 Triliun

Perubahan ini, merupakan langkah penyesuaian dengan kondisi saat ini, diambil berdasarkan analisa dan prediksi yang telah dilakukan oleh manajemen dalam mengantisipasi kondisi pasar kripto dan ekonomi global yang berkepanjangan.

Sejalan dengan keputusan yang diambil tersebut, Tokocrypto akan memperkuat kembali bisnis utama sebagai exchange platform serta memisahkan T-Hub dan TokoMall menjadi entitas yang berbeda. T-Hub sendiri merupakan wadah komunitas aset digital & blockchain. Sementara TokoMall ialah platform NFT marketplace.

Baca juga: Pengunjung We The Fest 2022 Antusias dengan Aset Kripto

CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan, meskipun kripto sedang masuk fase bearish, kondisi Indodax tetap berjalan dengan baik. “Kami tidak melakukan pengurangan karyawan secara massal sama sekali. Justru, Indodax sedang melakukan penambahan karyawan untuk ekspansi bisnis Indodax kedepannya agar kami bisa melayani customer dengan lebih baik lagi,” katanya.

Adapun, total karyawan Indodax sampai saat ini berjumlah 400an orang.

Begitupun dengan calon pedagang aset kripto lainnya, Luno. Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas menuturkan, Luno 100% aman dari pengurangan pegawai, bahkan pihaknya sedang aktif untuk merekrut tenaga kerja. Adapun, karyawan Luno secara global ada 1.000 orang dan 33 orang diantaranya berada di Indonesia.

Baca juga: Duh, Ancaman Resesi Makin Kuat Pasar Kripto Terjungkal

Terkait crypto winter, menurutnya hal itu bisa terbilang wajar karena 2021 merupakan tahun yang sangat baik sekali untuk dunia kripto. Sehingga wajar saja apabila ada pullback yang berlangsung beberapa bulan, atau bahkan hingga 1 tahun lebih.

“Tapi prospek kripto jangka panjang tidak berubah, masih sangat positif apabila kita melihat 5-20 tahun kedepan,” kata Jay.

Baca juga: Binance Fasilitasi Pembayaran Kebutuhan Pokok di Supermarket Ukraina Pakai Kripto

Senada, Founder & CEO Triv Gabriel Rey mengatakan, Triv sendiri tidak ada rencana pengurangan staf, karena pihaknya berhati-hati ketika melakukan scale up jumlah tim.

“Bahkan dalam bear market ini kami masih berencana menambah beberapa orang untuk masuk ke dalam team kami, karena bear market waktu yang tepat untuk membangun produk,” ujarnya.

Baca juga: Apa itu Rasio MVRV Kripto?

Lagipula, menurutnya ini merupakan siklus yang biasa terjadi di dunia kripto. “Kita tidak akan bear terus dan juga prediksi next halving pada tahun 2024 juga dapat memicu kenaikan harga bitcoin. Justru pada saat bear market waktunya kita melakukan Dollar Cost Averaging untuk nanti take profit pada saat bull market,” pungkas Rey.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com