Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pasar Emas Ketat, Tunggu Petunjuk Inflasi

Kamis, 10 Juni 2021 | 06:50 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas bertahan dalam kisaran ketat dengan berakhir sedikit lebih tinggi pada perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Investor menantikan data inflasi Amerika Serikat yang dapat membentuk arah kebijakan moneter Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak USS 1,1 atau 0,06% menjadi US$ 1.895,50 per ounce. Sehari sebelumnya, Selasa (8/6), emas berjangka jatuh US$ 4,4 atau 0,23% menjadi US$ 1.894,40 per ounce.

Fundamental yang mendasari tetap menguntungkan untuk logam mulia karena The Fed tampaknya "keras kepala" berpegang pada gagasan bahwa tren inflasi saat ini bersifat sementara dan dengan demikian kemungkinan akan menjaga kebijakan moneter longgar untuk saat ini, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Meskipun mungkin ada reaksi pasar spontan jika inflasi berjalan "lebih panas dari yang diperkirakan," The Fed kemungkinan akan tetap berpegang pada pandangannya bahwa setiap lompatan bersifat sementara, tambah Meger.

“Satu elemen utama yang mendukung gagasan The Fed bahwa inflasi akan bersifat sementara, adalah bahwa dari basis historis, imbal hasil obligasi pemerintah AS tidak menunjukkan tekanan inflasi,” kata analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.

Tetapi harga emas semakin rentan terhadap kemunduran jangka pendek karena arus spekulatif sekarang melambat di samping arus fisik di tengah pertempuran India melawan Covid-19 dan memudarnya permintaan China, tulis TD Securities dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli naik 27,1 sen atau 0,98% menjadi US$ 28,002 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 10,7 atau 0,92% menjadi US$ 1,151,8 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN