Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Japfa Comfeed Indonesia. Sumber: BSTV

Penjualan Pakan Ternak Turun, Laba Bersih Japfa Anjlok

Jumat, 30 Oktober 2020 | 17:36 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Penjualan neto PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 8,28% menjadi Rp 24,92 triliun pada Januari-September 2020 karena melemahnya penjualan pakan ternak dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 27,17 triliun. Perseroan juga mencatat penurunan laba bersih 75,34% menjadi Rp 257,19 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Investor Daily, Jumat (30/10), turunnya pendapatan turut melemahkan raihan laba bersih yang diperoleh perseroan menjadi Rp 257,19 miliar, atau anjlok 75,34% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 masih mencapai Rp 1,04 triliun.

Lebih lanjut, penurunan penjualan tahun ini disebabkan oleh penjualan pakan ternak yang tertekan hingga 23,69%, atau setara dengan Rp 7,99 triliun. Penjualan segmen peternakan sapi juga turut terkoreksi hingga 21,35% menjadi Rp 983,17 miliar.

Kemudian, segmen pembibitan hewan ternak yang dimiliki perseroan mengalami hal yang sama, terpangkas 27,85%, atau Rp 1,71 triliun. Kendati demikian, segmen peternakan komersial dan budidaya perairan tercatat naik masing-masing 4,91% dan 5,15%, yakni Rp 11,12 triliun dan Rp 2,33 triliun.

Selanjutnya, beban pokok penjualan dan pemasaran yang ditanggung perseroan pada periode Januari-September 2020 senilai Rp 20,82 triliun. Nilainya tercatat lebih rendah 7,26% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 sebanyak Rp 22,45 triliun.

Japfa pun membukukan laba bruto sebanyak Rp 4,09 triliun. Sedangkan laba periode berjalan yang diraih berjumlah Rp 303,72 miliar, tertekan oleh turunnya pendapatan keuangan 54,93% dan biaya keuangan naik 17,12%.

Sementara itu, total aset perseoan berjumlah Rp 26,79 triliun yang terdiri atas aset lancar Rp 12,89 triliun dan tidak lancar Rp 13,90 triliun. Selanjutnya, total utang (liabilitas) yang masih ditanggung perseroan senilai Rp 15,43 triliun.

Bentuk JVCo

Sebelumnya, emiten berkode saham JPFA tersebut, belum lama ini, mendirikan perusahaan patungan (joint venture) bernama JVCo sebagai pusat pembiakan induk udang (BMC) di Indonesia. Aksi ini dilakukan perseroan melalui anak usahanya, PT Suri Tani Pemuka (STP), bersama Hendrix Genetics Aquaculture (HGA).

Dengan kerja sama itu, HGA dapat menyediakan pasokan dari dalam negeri bagi industri udang di Indonesia. STP sendiri selama ini bergerak pada produksi pakan ikan dan pakan udang, pembenihan, pembesaran, serta pengolahan produk ikan dan udang.

STP akan menyuntik modal Rp 35 miliar yang digunakan untuk pembangunan dan kepemilikan saham di BMC, dan disewakan kepada JVCo selama 10 tahun pertama dengan harga yang sesuai dengan pasar saat ini, atau diberikan opsi untuk membeli BMC dengan harga pasar. Sumber biaya pendanaan akan berasal dari internal perseroan, atau pinjaman bank. 

Sebagai informasi, HGA merupakan entitas induk dari unit bisnis Aqua Genetics dari Hendrix Genetics Grup (HG Grup). HG Grup adalah pemasok utama indukan udang bebas patogen yang khusus dikembangkan secara genetik untuk industri udang Indonesia. 

Melansir dari situs resminya, HG merupakan perusahaan pembibitan multi spesies dengan kegiatan utama di bidang peternakan ayam petelur, kalkun, babi, akuakultur, dan unggas tradisional.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN