Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Zooming with Primus - Masa Depan Aset Kripto, live di Beritasatu TV, Kamis (25/3/2021). Sumber: BSTV

Zooming with Primus - Masa Depan Aset Kripto, live di Beritasatu TV, Kamis (25/3/2021). Sumber: BSTV

Per Februari, Transaksi Aset Kripto di Indonesia Capai Rp 70 Triliun

Kamis, 25 Maret 2021 | 15:58 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id -- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menyebut tren perdagangan aset kripto di Indonesia terus meningkat seiring dengan bertambahnya minat masyarakat untuk berinvestasi di aset digital. Bahkan per Februari 2021, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai sekitar Rp 70 triliun. Tren positif ini menjadi tanda bahwa ke depan aset digital bisa menjadi salah satu pilar untuk meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia.

“Nilai transaksi aset kripto di Indonesia tahun 2020 sampai dengan Februari 2021 itu sangat tinggi, signifikan di angka Rp 64 triliun sepanjang tahun 2020, dan per Februari ini angkanya cukup signifikan juga Rp 70 triliun. Artinya ini semua menunjukkan arah ke depannya bahwa aset digital, komoditas digital, ini bisa dijadikan salah satu alternatif atau mungkin salah satu pilar utama untuk meningkatkan trading kita,” kata Jerry Sambuaga dalam acara Zoming with Primus bertajuk “Masa Depan Aset Kripto” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (25/3/2021).

Jerry menyampaikan, Kemendag melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke depannya juga akan membuat regulasi serta ketentuan-ketentuan yang lebih spesifik terkait perdagangan aset kripto.

“Yang perlu kita regulasikan adalah bagaimana para pelaku ini ke depannya bisa tersistem secara lebih organize, sehingga pencatatannya, transaksinya, lalu juga arus trading-nya bisa lebih sistematis diketahui secara lebih transparan oleh publik. Makanya nanti ada rencana dan mungkin dalam waktu dekat ini akan ada bursa yang secara khusus akan mengatur dan juga dijadikan tempat sebagai marketplace untuk perdagangan komoditas kripto,” kata Jerry.

Melalui keberadaan bursa yang secara spesifik akan menjadi tempat bertemunya antara pembeli dan penjual, hal ini diyakini akan semakin meningkatkan perdagangan komoditas kripto.

“Kalau selama ini belum ada bursanya, perdagangan hanya dilakukan secara ritel dan mungkin yang sudah ada bisa ke luar negeri, itu akan banyak trafiknya di luar negeri. Tetapi kalau kita bisa buat itu di Indonesia dan bisa masif dan melihat angkanya yang sampai Februari 2021 Rp 70 triliun, saya pikir ini potensinya besar. Karena itu, kita perlu melakukan langkah yang strategis atau sistem yang ter-organize di bawah regulasi-regulasi. Prinsipnya, ini adalah potensi, ini harus ada yang meregulasi dan meng-organize dan harus ada semacam wadahnya yaitu di bursa, sehingga transaksinya bisa lebih meningkat lagi,” kata Jerry.


 

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN