Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bursa berjangka

bursa berjangka

LINDUNGI INVESTOR

Perusahaan Digital Emas Diharapkan Ikuti Peraturan Bappebti No 4 Tahun 2019

Parluhutan Situmorang, Rabu, 14 Agustus 2019 | 20:46 WIB

JAKARTA, Investor.id - Seluruh perusahaan yang menjalankan bisnis emas digital diharapkan mengikuti regulasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menerbitkan peraturan No 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Hal ini sebagia bagian dari perlindungan bagi investor.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebelumnya telah menerbitkan peraturan No 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka. Peraturan ini menjadi landasan operasional penyelenggaraan pasar fisik emas digital di bursa berjangka.

Selain itu, peraturan ini mengatur kelembagaan pasar fisik emas dengan persyaratan yang lebih spesifik (khusus) terkait kelembagaan. Persyaratan teknis emas yang dapat disimpan di tempat penyimpan emas yang mencakup standar mutu dan kemurnian juga bagian dari aturan di regulasi ini. Peraturan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Perdagangan No. 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Personal Financial Planner sekaligus CEO One Shildt Budi Raharjo mengatakan, regulasi itu dibutuhkan sebagai langkah perlindungan konsumen. "Jika tidak, nanti banyak menjamur tabungan emas digital bodong. Hal ini tentu tidak diharapkan masyarakat," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/8).

Dalam investasi emas digital, Budi mengingatkan, investor tidak pernah melihat bentuk fisik emas yang dibelinya. Dalam bentuk digital, investor bisa membeli emas dengan ukuran yang sesuai kemampuan, misalnya hanya 0,01 gram. "Namun, berarti perlu juga adanya jaminan bahwa emas tersebut memang hak milik investor dan sudah dibelikan dengan emas sesuai spesifikasi yang standar baik kadar, kualitas, maupun beratnya," tutur Budi.

Dengan regulasi itu, menurut dia, lembaga penjual emas digital yang memiliki itikad baik dengan memenuhi persyaratan dan mendaftarkan diri. "Bayangkan jika investor berbondong-bondong melakukan investasi emas digital, karena pamornya sedang naik, namun di kemudian hari saat investor ingin menarik dananya atau mendapatkan emas fisik, karena sudah memenuhi gramase dari emas tersebut untuk dicetak harus kecewa akibat standar mutunya rendah atau tidak sesuai dengan ekspektasi," tutur Budi.

Dia pun meminta para perusahaan yang menjalankan bisnis emas digital sebaiknya mengikuti regulasi yang diterbitkan Bappebti pada Februari 2019 itu, meskipun perusahaan tersebut belum terdaftar di Bappepti, seperti PT Pegadaian Galeri 24.

Sebelumnya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Sahudi menyebut bahwa PT Pegadaian Galeri 24 wajib mendapatkan persetujuan atau izin dari Bappebti, sesuai Peraturan Bappebti No. 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

“Galeri 24 tidak harus menjual emasnya melalui bursa berjangka, dia dapat menjual emasnya langsung kepada konsumen dengan sistem online milikinya, tetapi sistemnya itu harus terhubung dengan bursa berjangka dan melaporkan transaksinya,” ujar Sahudi saat dikontak wartawan, Kamis (1/8).

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pegadaian Galeri 24, Arifmon menyebut, perusahaan itu tidak wajib mendaftar ke Bappebti. Soalnya, bisnis perusahaan itu belum masuk ke bursa berjangka. “Saat ini bisnis Galeri 24 belum masuk ke bursa berjangka, jadi belum ada kewajiban mendaftar, terima kasih,” ujarnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN