Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Reli Emas Berlanjut

Rabu, 6 Januari 2021 | 07:14 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Reli kenaikan harga emas berlanjut dengan ditutup menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Katalis kenaikan logam mulai itu adalah pelemahan dolar dan meningkatnya kekhawatiran tentang Covid-19, serta menunggu hasil pemilihan putaran kedua Senat AS di negara bagian Georgia yang dapat memengaruhi prospek untuk lebih banyak stimulus fiskal.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi COMEX New York Exchange, naik US$ 7,8 dolar AS atau 0,4% menjadi ditutup pada US$ 1.954,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (4/1/2021) emas berjangka melonjak US$ 51,5 atau 2,72% menjadi US$ 1.946,60 per ounce.

"Dengan lebih banyak risiko yang terkait dengan virus, jangka pendek, kami melihat orang-orang memindahkan uang ke tempat berlindung yang aman," kata Presiden Pasar Dunia TIAA Bank, Chris Gaffney. Ia menambahkan pelemahan dolar telah menjadi salah satu pendukung utama untuk emas dalam beberapa hari pertama 2021.

Inggris melakukan penguncian nasional baru di tengah meningkatnya kasus Covid-19, sementara New York menemukan kasus pertama dari varian baru virus corona yang lebih menular.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, melayang mendekati posisi terendah April 2018, menjadikan emas sebagai taruhan yang menarik bagi pemegang mata uang lainnya.

Namun demikian data ekonomi yang positif membatasi kenaikan emas lebih lanjut. Institute for Supply Management melaporkan pada Selasa (5/1/2021) bahwa indeks manufaktur AS naik menjadi 60,7% pada Desember dari 57,5% pada November, level tertinggi sejak Agustus 2018.

Meski demikian, investor tampak berhati-hatian ketika menunggu hasil dari pemilihan putaran kedua di Georgia yang akan menentukan kendali atas Senat AS.

"Tidak ada satu bank sentral pun yang berbicara tentang menaikkan suku bunga di seluruh dunia. Jadi itu akan mempertahankan penawaran emas," kata Kepala Pedagang Investor Global AS Michael Matousek.

Logam mulia lainnya, harga perak untuk pengiriman Maret naik 27,6 sen atau 1,01% menjadi ditutup pada US$ 27,64 per ounce. Harga platinum untuk pengiriman April naik US$ 48,1 atau 4,49% menjadi US$ 1.119,6 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN