Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pembeli menunjukan emas batangan. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Reli Emas Berlanjut Ditopang Pelemahan Dolar

Rabu, 20 Januari 2021 | 06:30 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, karena dolar AS terus melemah.

Prospek lebih banyak stimulus dari pemerintahan baru Presiden Joe Biden mendukung daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi, namun di sisi lain menurunkan nilai tukar mata uang.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, melonjak US$ 10,3 atau 0,56% menjadi US$ 1.840,20 per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (18/1/2021), emas berjangka naik US$ 6,90 atau 0,38% menjadi US$ 1.836,80 per ounce.

Di pasar spot, harga emas emas naik 0,2% menjadi $ 1,840.38 per ounce, pulih dari level terendah sejak 2 Desember di $ 1,809.90 yang dicapai pada hari Senin.

"Dolar mendapat dorongan dari optimisme stimulus yang lebih besar dan telah menekan dolar lebih rendah," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Indeks dolar tergelincir dari level tertinggi empat minggu di sesi terakhir, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Investor juga menunggu pelantikan Biden pada Rabu waktu setempat, di tengah langkah-langkah keamanan yang telah ditingkatkan setelah kerusuhan 6 Januari di Capitol AS.

Logam mulia lainnya, p​​​erak untuk pengiriman Maret naik 45,4 sen atau 1,83% menjadi US$ 25,32 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik US$ 2,1 atau 0,19% menjadiUS$ 1.092 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN