Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bitcoin. Foto ilustrasi: IST

Bitcoin. Foto ilustrasi: IST

Saudara Kembar Winklevoss, Tesla, dan Microstrategy Raup Keuntungan Triliunan Rupiah dari Bitcoin

Senin, 22 Februari 2021 | 19:24 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - Sejumlah korporasi di Amerika Serikat (AS) meraup keuntungan signifikan dari aset Bitcoin. Di antaranya Tesla Inc dan Microstrategy Inc yang meraih keuntungan setelah harga Bitcoin melonjak dalam beberapa pekan terakhir.

Bahkan, dua orang saudara kembar di AS juga kini menjadi miliarder setelah menyimpan Bitcoin semenjak tahun 2012. Per Senin (22/2), harga Bitcoin sudah mencapai Rp 851 juta.

CEO Indodax Oscar Darmawan menuturkan, kedua perusahaan itu sudah membeli Bitcoin semenjak beberapa waktu yang lalu. Tesla sudah membeli Bitcoin seharga US$ 1,5 miliar atau sekitar Rp 21 triliun. Diperkirakan, total keuntungan Tesla telah mencapai US$ 600 juta atau Rp 8,4 triliun dalam beberapa pekan ini.

“Tesla membeli Bitcoin dalam jumlah banyak saat harga belum semahal sekarang. Kemudian, hanya hitungan minggu saja, Bitcoin naik drastis. Tentunya, perusahaan tersebut meraup keuntungan fantastis,” katanya dalam keterangan resmi, Senin (22/2).

Oscar mengatakan, mengutip Bloomberg, disebutkan bahwa Tesla membeli Bitcoin sebanyak 43.000 BTC (satuan Bitcoin) pada beberapa waktu lalu. Saat itu, harga Bitcoin sekitar US$ 35.000 atau sekitar Rp 490 juta. Sekarang, Bitcoin sudah mencapai Rp 851 juta atau sekitar US$ 58.000.

“Total aset Tesla awalnya US$ 1,5 miliar. Namun kini asetnya diperkirakan melambung melebihi US$ 2,2 miliar. Artinya, aset Tesla tumbuh sekitar 45% setelah menyimpan dan membeli Bitcoin,” ungkapnya.

Oscar juga membeberkan keuntungan yang didapat Microstrategy Inc. Keuntungannya, lebih fantastis lagi, karena perusahaan ini sudah berinvestasi Bitcoin semenjak tahun 2020. Microstrategy Inc membeli Bitcoin saat harga masih sangat murah, dibandingkan harga pembelian Tesla Inc. Microstrategy Inc sudah memiliki 72.000 BTC atau senilai Rp 57 triliun. Perusahaan tersebut membeli Bitcoin secara bertahap dimulai pada Agustus 2020 lalu. Saat itu, pembelian perdana Microstrategy Inc hanya 21.454 BTC.

“Dari catatan Nasdaw diperkirakan lonjakan kenaikan saham Microstrategy Inc mencapai 600% dari Agustus 2020-Februari 2021. Artinya, semenjak mereka membeli Bitcoin, valuasi asetnya meningkat drastis. Hal ini bisa dilihat dari pergerakan harga sahamnya di Nasdaq,” ungkapnya.

Awalnya, pada agustus saham Microstrategy di Nasdaq hanya US$ 141. Per Senin (22/2) telah melonjak ke US$ 927. Bahkan, Microstrategy Inc masih ingin menambah Bitcoin. Terakhir, Microstrategy Inc mengumumkan ingin membeli Bitcoin lagi senilai US$ 600 juta atau sekitar Rp 8,4 triliun.

Selain perusahaan korporasi, orang-orang yang memiliki Bitcoin juga kaya mendadak, seperti saudara kembar Tyler dan Cameron Winklevoss. Dikutip dari Forbes, dia membeli Bitcoin pada tahun 2012 sekitar 1% dari populasi Bitcoin yang beredar mencapai 1,5 juta BTC.

“Harga Bitcoin tahun 2012 hanya sekitar US$ 13 saja. Sekarang, sudah US$ 58.000. Artinya, perkiraan peningkatan kekayaannya mencapai sekitar 400.000% atau 4.000 kali. Sebuah peningkatan yang sangat fantastis. Mereka bisa menjadi multi triliuner hanya dengan menyimpan Bitcoin,” kata Oscar.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN