Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Emas batangan. Foto ilustrasi: ISTIMEWA

Setelah Naik 3 Hari Beruntun, Harga Emas Akhirnya Turun

Gora Kunjana, Sabtu, 5 Oktober 2019 | 11:11 WIB

CHICAGO, investor.id - Harga emas berjangka di divisi Comex di New York Mercantile Exchange, turun tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), menghentikan kenaikan tiga hari berturut-turut karena logam mulia tertekan oleh meningkatnya ekuitas di AS.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember seperti dilansir Antara mengutip Xinhua, sedikit melemah US$0,9 atau 0,06% menjadi ditutup pada US$1.512,9 per ounce.

Pada pukul 17.35 GMT, indeks Dow Jones Industrial Average naik 372,68 poin atau 1,42%, indeks S&P 500 menguat 41,38 poin atau 1,41%, dan indeks Komposit Nasdaq naik 110,21 poin atau 1,4%.

Harga emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang naik, investor dapat berhenti membeli aset-aset safe haven dan mengalihkan dananya ke aset-aset berisiko seperti saham.

Namun penurunan harga emas lebih lanjut tertahan oleh dolar AS yang lebih lemah. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,06% menjadi 98,80442 pada akhir perdagangan.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 5,1 sen atau 0,29% menjadi ditutup pada US$17.625 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari jatuh US$7,5 atau 0,84%, menjadi US$886,9 per ounce.  

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA