Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dari Kiri ke Kanan : Diah Yulinda Wulandari (Kepala E-ducentre PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Stephanus Paulus Lumintang (Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta), Dikki Soetopo (Direktur PT Solid Gold Berjangka), Dwi Budhi (Direktur Kepatuhan PT Solid Gold Berjangka)

Dari Kiri ke Kanan : Diah Yulinda Wulandari (Kepala E-ducentre PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Stephanus Paulus Lumintang (Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta), Dikki Soetopo (Direktur PT Solid Gold Berjangka), Dwi Budhi (Direktur Kepatuhan PT Solid Gold Berjangka)

TRANSAKSI KOMODITAS EMAS MENINGKAT

Solid Gold: Harga Emas Diprediksi Bertahan di Atas US$ 1.900 per Troy Ons

Rabu, 26 Agustus 2020 | 13:21 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Harga emas diproyeksikan akan bertahan di atas level US$ 1.900 per troy ons sampai akhir tahun. Perkiraan harga tersebut didukung atas ketidakpasatian ekonomi global dan resesi ekonomi yang melanda sejumlah negara setelah pandemi Covid-19.

Harga emas sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah senilai US$2.072.60/troy ons sebelum akhirnya bertengger di kisaran US$ 1.900 per troy ons. Bahkan hari ini, Rabu 26 Agustus 2020, harga emas stabil di atas level psikologis US$1.900/troy ons.

Pimpinan Cabang PT Solid Gold Berjangka cabang Jakarta Dikki Soetopo mengatakan, harga emas kembali ke level kisaran US$ 1.900 per troy ons setelah data pengangguran Amerika Serikat (AS) dirilis. Penurunan harga dari level tertingginya juga dipengaruhi optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan dari pandemi Covid-19 setelah sejumlah vaksin memasuki masa uji ketiga.

“Meski demikian, kami memperkirakan harga emas tetap stabil di atas level US$ 1.900 per troy ons sampai akhir tahun ini. Hal ini juga sesuai dengan keyakinan para analis global yang menyatakan bahwa harga emas berpotensi menembus kembali rekor tertinggi di level US$ 2.100/troz pada akhir tahun 2020 ini,” ujarnya dalam acara press gathering Menakar Kekuatan Emas Hingga Akhir Tahun dan Peluang Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Pandemi, Jakarta, Rabu (26/8).

Ekspektasi harga jual tersebut, ungkap dia, juga didukung atas rendahnya tingkat suku bunga AS mencapai 0,25% dan kebijakan bank sentral AS untuk menggelontorkan stimulus fiskal dengan program aset. Berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global dan resesi yang melanda sejumlah negara juga bisa berimbas positif terhadap harga emas dunia, sehingga bisa bertahan di atas US$ 1.900 per troy ons.

Terkait transaksi komoditas emas selama masa pandemi, dia mengatakan, Solid Gold mencatat tren peningkatan. “Berita lonjakan harga emas turut mengedukasi masyarakat bahwa ada alternatif investasi logam mulai dalam bentuk kontrak berjangka yang berpeluang lebih menguntungkan dengan syarat manajemen risiko yang terjaga,” terangnya.

Dikki mengungkapkan, total volume transaksi Solid Gold Berjangka, khususnya cabang Jakarta, dari Januari hingga Juli 2020 bertumbuh 30% menjadi 60.797 lot, dibandingkan periode sama tahun 2019. Begitu juga dengan jumlah nasabah baru bertambah 247 orang hingga Juli 2020.

“Di tengah situasi pandemi, peluang investasi emas menjadi sangat menarik karena sifatnya yang safe haven, artinya memiliki nilai yang stabil ditengah ketidakpastian ekonomi yang diakibatkan berbagai faktor. Karenanya kami tetap optimis bahwa target volume transaksi sebesar 100 ribu lot dan 600 nasabah baru akan tetap terkejar meski dalam kondisi pandemic sekarang,” ungkap Dikki.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN