Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Petugas memperlihatkan emas batangan di Jakarta. Photo/Mohammad Defrizal

Sudah 4 Hari Emas Turun Terus

Sabtu, 1 Mei 2021 | 07:47 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Emas melemah lagi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari keempat berturut-turut karena melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS dan data ekonomi yang positif menekan emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, menyusut 60 sen AS atau 0,03% menjadi US$ 1.767,70 per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka terpangkas US$ 5,6 atau 0,32% menjadi US$ 1.768,30per ounce.

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun mencapai tertinggi dua minggu di 1,684 pada Kamis (29/4/2021) karena obligasi mulai dijual lagi minggu ini setelah melonjaknya kepercayaan konsumen AS, yang mencapai tertinggi 14-bulan pada April.

"Sementara pasar global bersiap untuk melampaui inflasi, emas berkinerja buruk," kata TD Securities dalam sebuah catatan. "Arus keluar institusi-institusi terus membebani logam kuning."

Selain belanja konsumen, serangkaian data ekonomi AS, dari inflasi hingga pembangunan rumah, harga rumah dan pekerjaan, telah melebihi perkiraan akhir-akhir ini, meningkatkan harapan untuk pemulihan yang lebih cepat dari perkiraan dari pandemi virus corona.

Angka ekonomi optimis yang dirilis pada Jumat (30/4/2021) mengurangi daya tarik emas. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pendapatan pribadi AS naik 21,1% pada Maret, kenaikan bulanan terbesar dalam catatan pemerintah sejak 1959. Sementara itu, belanja konsumen naik 4,2% pada Maret.

Lembaga riset Institute for Supply Management melaporkan bahwa Chicago Business Barometer naik menjadi 72,1 pada April, level tertinggi sejak Desember 1983.

Indeks sentimen konsumen, yang dirilis oleh University of Michigan, meningkat menjadi 88,3 pada April, angka terbaik sejak dimulainya pandemi.

Namun demikian, e​​​​mas telah naik 3,7 % pada April, kenaikan bulanan pertama tahun ini.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 21,2 sen atau 0,81% menjadi US$ 25,873 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 7,6 atau 0,63% menjadi US$ 1.205,2 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : REUTERS

BAGIKAN