Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX)

Tahun 2020, ICDX Cetak Nilai Transaksi Multilateral Sebesar Rp 18 Triliun

Senin, 28 Desember 2020 | 13:21 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) berhasil membukukan angka fantastis untuk perdagangan multilateral senilai transaksi Rp18 triliun tahun 2020. Pertumbuhan signifikan ini menunjukkan berkembangnya minat para investor terhadap produk berjangka komoditi, khususnya produk multilateral. 

Pihaknya mencatat bahwa pandemi Covid-19 pun tidak menjadi hambatan bagi para investor untuk bertransaksi produk-produk derivatif langsung di bursa ICDX, khususnya multilateral. Sebaliknya, investor justru melihat peluang investasi pada perdagangan produk-produk multilateral ICDX.

CEO ICDX Lamon Rutten mengatakan, pihaknya mencatat volume transaksi GOFX (Gold, Oil, Forex)  sebagai kontrak spot multilateral forex pertama di Asia Tenggara telah bertumbuh fantastis sejak diperkenalkan kepada publik tahun 2018. Transaksi GOFX naik 1.991% sejak tahun 2018 hingga 2020. 

"Rata-rata kenaikan volume transaksi mencapai sekitar 900% setiap tahun. Secara keseluruhan, transaksi GOFX ini turut berkontribusi signifikan dalam pertumbuhan volume transaksi multilateral di bursa ICDX," ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Senin (27/12).

Dia mengatakan, guna mendukung pertumbuhan tersebut, ICDX juga telah meluncurkan enam kontrak derivatif baru tahun 2020, yakni kontrak berjangka minyak mentah berbasis US$, kontrak spot emas berbasis rupiah, dan beberapa kontrak spot cross rate valuta asing. Tahun 2020 juga menjadi awal peluncuran GOFX Micro, yaitu kumpulan kontrak multilateral berukuran mikro pertama di Indonesia yang ditransaksikan secara legal di dalam bursa.

Dengan ukuran kontrak yang jauh lebih kecil ini (mikro), menurut dia, modal awal yang dibutuhkan masyarakat juga tentu menjadi sangat terjangkau untuk mulai bertransaksi produk-produk GOFX Micro. Produk ini menjadi pilihan tepat bagi para investor yang berminat untuk memulai transaksi produk derivatif secara multilateral di dalam bursa. "Sejak peluncurannya, nilai transaksi kontrak mikro cetak kenaikan rata-rata sebesar 83,84% per bulan," ungkapnya. 

Dia mengatakan, mekanisme transaksi multilateral yang legal dan transparan turut menjadi alasan di balik pertumbuhan produk multilateral yang signifikan. Akses platform transaksi yang mudah, serta penjaminan dan keamanan transaksi oleh Indonesia Clearing House (ICH) yang kini sudah bersertifikasi ISO 27001 juga menambah daya tarik perdagangan multilateral. Di samping itu, dukungan BAPPEBTI sebagai regulator dan pialang anggota bursa ICDX, serta program edukasi multilateral yang sangat gencar dilakukan ICDX sepanjang tahun 2020, yakni kelas trading dan juga program inkubasi, telah membuka akses industri perdagangan berjangka komoditi ke khalayak luas. 

Jumlah Investor

Melalui infrastruktur dan ketersediaan akses yang mudah, dia mengatakan, jumlah investor untuk produk multilateral di bursa ICDX meningkat 1.520% tahun 2020, dibandingkan dengan tahun 2019. Kelas trading GOFX Micro memberikan kontribusi terbesar, yakni 55% dari total kenaikan jumlah investor. Dari kenaikan jumlah investor baru, tercatat generasi millenial mendominasi dengan rentang usia rata-rata 21 - 40 tahun. 

“Pencapaian ini menjadi semangat ICDX untuk terus meningkatkan kinerja di tahun mendatang. Meski di tengah pandemi pada tahun 2020, ICDX dengan cepat beradaptasi terhadap dan berhasil melaksanakan 72 kelas trading online dan 12 webinar inkubasi sebagai upaya meningkatkan transaksi multilateral,” ujar Lamon Rutten.

Menyambut tahun 2021, ungkap dia, ICDX menargetkan peningkatan transaksi yang signifikan melalui pengembangan berbagai kontrak derivatif multilateral baru tahun 2021, serta program edukasi dan literasi untuk berbagai kalangan, terutama generasi muda yang tertarik dengan pasar finansial. ICDX juga akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak sebagai partner dalam mengembangkan industri perdagangan berjangka Indonesia.

CEO ICDX Lamon Rutten
CEO ICDX Lamon Rutten

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange atau ICDX dikenal sebagai Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), yaitu bursa komoditi dan derivatif yang berbasis di Indonesia. Visinya adalah menjadi bursa pasar global yang meningkatkan kesejahteraan nasional. Misinya adalah menjadi tolak ukur penetapan harga komoditi dunia melalui produk-produk primer Indonesia. ICDX adalah Bursa yang didukung oleh anggotanya yang terdiri dari pialang dan pedagang yang diregulasi oleh BAPPEBTI. Anggota ICDX memfasilitasi layanan transaksi nasabah yang mencakup kontrak perdagangan berjangka komoditi ICDX.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN