Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang Emas. Foto Ilustrasi: IST

Tambang Emas. Foto Ilustrasi: IST

Tertekan Ekuitas dan Dolar Harga Emas Jatuh Lebih Dalam

Jumat, 30 Agustus 2019 | 07:47 WIB

CHICAGO, investor.id- Emas berjangka di divisi Comex di New York Mercantile Exchange, jatuh lebih dalam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB),karena  pasar ekuitas AS kembali naik dan dolar AS menguat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember seperti dilansir Antara, turun US$ 12,20 menjadi ditutup pada US$ 1.536,90 per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik lebih dari 300 poin pada perdagangan Kamis (29/8/2019), Indeks S&P 500, dan indeks Komposit Nasdaq juga mengikuti kenaikan tajam Dow.

Ketika pasar saham mengalami reli tajam, investor biasanya terpikat pada aset-aset berisiko dan menjauh dari aset-aset safe haven seperti emas. 

Tekanan tambahan datang dari dolar AS yang lebih kuat. Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,29% menjadi 98,50 sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Ketika dolar AS menguat, emas yang dihargakan dalam dolar AS biasanya jatuh karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Sehari sebelumnya, emas berjangka juga merosot US$ 2,7 atau 0,17% menjadi ditutup pada US$1.549,10 per ounce setelah pasar ekuitas AS berbalik naik atau rebound dan dolar AS menguat.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan Desember turun 13,3 sen AS atau 0,72% menjadi ditutup pada 18.323 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 10,10 atau 1,22%, menjadi menetap di 920,00 per ounce. (gr)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA