Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tambang emas

Tambang emas

Tertekan Penguatan Dolar dan Kenaikan Ekuitas AS, Emas Berjangka Jatuh

Rabu, 24 Juli 2019 | 07:51 WIB

CHICAGO, investor.id- Emas berjangka di divisi COMEX New York Merchantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabupagi WIB), karena dolar AS yang lebih kuat dan kenaikan ekuitas AS mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset safe haven. 

Kontrak emas paling aktif untuk  pengiriman  Agustus, seperti dilansir Antara, bertkurang US$ 5,2 atau 0,36%, menjadi ditutup pada US$ 1.421,7 per ounce

Indeks dolar AS yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,46% menjadi 97,70 pada pukul 17.10 GMT, sebelum penyelesaian perdagangan emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Pada 17.15 GMT, indeks Dow Jones Industrial Average menambahkan 153,44 poin atau 0,56%. Indeks S&P 500 naik 16,36 poin atau 0,55% dam Indeks Komposit nasdaq naik 29,26 poin atau 0,36%. 

Emas juga biasanya bergerak berlawanan arah dengan ekuitas AS. Ketika pasar saham sedang naik, maka investor mungkin berhenti membeli asset-aset safe haven seperti emas.

Sehari sebelumnya, pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), emas berjangka menguat didorong oleh pembelian safe haven para pedagang.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 6,5 sen atau 0,4%, menjadi US$ 16,476 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober naik US$ 8,9 atau 1,04%, menjadi ditutup pada US$ 861,6 per ounce. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN