Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
bursa berjangka

bursa berjangka

Volume Transaksi BBJ Telah Capai 2,5 Juta Lot

Senin, 26 April 2021 | 11:32 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Bursa Berjangka Jakarta, atau Jakarta Futures Exchange (BBJ/JFX) mencatat pencapaian transaksi 2,5 juta lot menjelang minggu terakhir di bulan ke-4 tahun 2021.

Tahun ini, JFX memasang target transaksi perdagangan mencapai 10 juta lot. Sebelumnya, transaksinya pada 2020 berhasil memecahkan rekor transaksi sepanjang sejarah perdagangan, yakni sebanyak 9.433.288 lot.

Direktur Utama JFX Stephanus Paulus Lumintang menyampaikan, pencapaian volume transaksi yang terjadi tahun 2020 memberikan optimisme untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik pada 2021.

Selain mempertimbangkan faktor internal dan eksternal yang ada, Bursa Berjangka Jakarta telah menyiapkan inovasi produk berupa kontrak-kontrak baru yang akan memenuhi kebutuhan dan diminati pasar.

“Transaksi ini diperkirakan terus mengalami pertumbuhan di tengah volatilitas harga komoditas, terutama emas,” tutur Stephanus, dalam keterangannya, Senin (26/4).

Pertumbuhan volume dan transaksi di bursa komoditas berjangka turut didukung oleh nilai dan harga emas yang masih dalam tren positif hingga kuartal I-2021. Ada pun, sejak Maret 2020, volume transaksi berjangka emas masuk dalam tren kenaikan. Nilai kontrak emas tumbuh 16-17% dibandingkan tahun 2019.

Tingginya permintaan investor terhadap emas sepanjang 2020 juga tercermin pada pergerakan harga.  Harga emas pernah mencapai puncak tertinggi US$ 2.072 per ons troi pada Juli tahun lalu, meski harganya kemudian melemah ke US$ 1.899 per ons troi pada akhir 2020.

Saat ini, salah satu produk unggulan JFX adalah perdagangan timah murni batangan. Menjelang akhir April 2021, JFX sebagai Bursa Timah mencapai 11.925 ton, dengan harga rata-rata empat bulan tahun ini mendekati US$ 29.000 per metrik ton.

Jika dirupiahkan, devisa yang diperoleh dari perdagangan timah di JFX kurang lebih Rp 4 triliun. Ada pun, harga yang terbentuk dari perdagangan di Bursa Timah JFX saat ini juga telah menjadi salah satu acuan yang patut diperhitungkan oleh LME dan KLTM.

Pada Maret 2021, Bursa Timah JFX juga meluncurkan perdagangan timah dalam negeri yang sudah berjalan selama satu bulan dan terus menunjukkan tren positif.

”Semua ini terjadi karena tingkat kepercayaan dan dukungan yang luar biasa dari para pelaku di pasar timah, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, salah satu upaya untuk meningkatkan transaksi multilateral, pada 8 April 2021, JFX telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) untuk mengedukasi dan sosialisasi, serta mengajak para pelaku dan investor untuk terus aktif bertransaksi multilateral di JFX.

Kontrak Kopi

Dalam waktu dekat, lanjut Stephanus, JFX akan meluncurkan kontrak kopi Robusta dan Arabika yang lebih menarik sebagai revitalisasi dari kontrak kopi yang sedang berjalan, dan akan diikuti oleh kontrak-kontrak komoditas lainnya.

“Kontrak kopi yang akan diluncurkan ini merupakan sebuah jawaban untuk memenuhi harapan para pelaku dan investor, dan kami optimistis, kontrak ini akan menjadi salah satu kontributor besar untuk pencapaian JFX di tahun 2021 ini,” tuturnya.

Karena itu, JFX terus mengajak para investor untuk berinvestasi di perusahaan yang mempunyai izin resmi dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) serta lebih teliti dalam memilih perusahaan pialang berjangka yang ada, khususnya yang menjadi anggota Bursa Berjangka Jakarta.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN