Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sebanyak 250 Pelajar dari dua belas SMA dan SMK di Jakarta dan Cileungsi akan bersaing menunjukkan kepiawaian mengelola usaha mikro berorientasi lingkungan dalam kegiatan Regional Student Company Competition 2020. Hal tersebut diungkapkan Robert Gardiner, Co-Founder & Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, melalui online media briefing, Sabtu (8/8)

Sebanyak 250 Pelajar dari dua belas SMA dan SMK di Jakarta dan Cileungsi akan bersaing menunjukkan kepiawaian mengelola usaha mikro berorientasi lingkungan dalam kegiatan Regional Student Company Competition 2020. Hal tersebut diungkapkan Robert Gardiner, Co-Founder & Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia, melalui online media briefing, Sabtu (8/8)

250 Siswa Dapatkan Pelatihan Operasikan 'Student Company'

Sabtu, 8 Agustus 2020 | 12:52 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA – Sebanyak 250 siswa dari 12 sekolah di Jakarta dan Cilengsi mendapatkan pelatihan mengoperasikan perusahaan siswa atau Student Company di sekolah. Selanjutnya, mereka bersaing menunjukkan kepiawaian mengelola usaha mikro berorientasi lingkungan dalam kegiatan Regional Student Company Competition 2020.

Kegiatan ini  diselenggarakan secara daring oleh Prestasi Junior Indonesia (PJI) bersama Citi Indonesia (Citibank), Caterpillar Indonesia, dan PT AIG Insurance Indonesia (AIG Indonesia), pada Sabtu (8/8).

Dalam kompetisi kewirausahaan ini, para pelajar memaparkan kinerja dari perusahaan yang dikembangkan kepada enam juri dari kalangan profesional bisnis. Kedua belas sekolah tersebut, antara lain SMAN 35 Jakarta, SMAN 71 Jakarta, SMAN 81 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 26 Jakarta, SMKN 27 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, SMKN 66 Jakarta, SMAN 1 Cileungsi, SMA Muhammadiyah Cileungsi, SMK Muhammadiyah 1 Cileungsi, dan MA Al-Fatah Cileungsi.

Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner mengatakan tahun ini, lebih dari 250 pelajar di 12 SMA/SMK di Jakarta dan Cileungsi berkesempatan untuk memiliki wawasan dan pengalaman bisnis yang komprehensif dengan mengoperasikan sebuah perusahaan siswa (SC-Student Company) di sekolah. Ide dan kinerja bisnis mereka menunjukkan potensi besar yang dimiliki generasi muda dalam mengelola bisnis sekaligus kepekaan dalam menyikapi perubahan perilaku konsumen yang juga semakin peduli terhadap lingkungan.

“Kami berharap pengalaman yang diperoleh dari program ini dapat terus menginspirasi generasi muda untuk menciptakan lebih banyak bisnis baru yang menerapkan konsep keberlanjutan di masa depan,” ungkapnya di sela online media briefing, Sabtu (8/8).

Menurut Robert, Regional Student Company Competition merupakan bagian dari program edukasi Student Company yang didukung secara penuh oleh Citi Indonesia, Caterpillar Indonesia dan AIG Indonesia. Melalui program ini, para pelajar dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan (SC-Student Company) di sekolah. Hal ini termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan. Selama periode program, proses pendampingan bisnis secara intensif dan berkelanjutan juga diberikan oleh mentor PJI dan profesional bisnis.

Selanjutnya, tambah dia, ke-12 sekolah tersebut bersaing memperebutkan gelar ‘The Best Student Company in Jakarta’ dalam kompetisi ini. Tiga sekolah terbaik akan mewakili DKI Jakarta untuk bersaing dengan sekolah-sekolah dari regional lainnya dalam kompetisi bisnis tingkat nasional, Indonesia Student Company of the Year Competition 2020, yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang.

Robert menyebutkan salah satu usaha mikro bentukan peserta program ini adalah Elasco Student Company dari SMAN 81 Jakarta. Berawal dari keprihatinan terhadap tingginya konsumsi kertas dan terus meningkatnya produksi limbah di Indonesia, bisnis ini menawarkan Noture Binder, binder ramah lingkungan yang terbuat dari limbah kayu, kertas daur ulang, serta pelepah pisang. “Selama lima bulan beroperasi, para pelajar berhasil meraup penjualan hingga lebih dari Rp 16 juta,” tutupnya. (iin)

 

Editor : Frans (ftagawai@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN