Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maureen Hitipeuw at Facebook Headquarters USA.

Maureen Hitipeuw at Facebook Headquarters USA.

Menjadi Ibu Tunggal Penuh Daya

Jumat, 20 Agustus 2021 | 14:30 WIB
Indah AP

Jakarta, investor.id - Menjadi orang tua tunggal atau single mom (ibu tunggal) merupakan sebuah mimpi buruk bagi sebagian besar perempuan di dunia. Perpisahan karena pasangan (suami) meninggal atau akibat perceraian, membuat banyak perempuan tidak siap menghadapinya.

Terlebih buat perempuan yang selama berkeluarga hanya menggantungkan nafkah dari suami, terus harus pula membesarkan atau mengurus anak-anak. Di sisi lain, ada stigma negatif dari sebagian masyarakat tentang status seorang ibu tunggal.

Persoalan finansial dan stigma negatif tersebut seringkali menjadi beban tersendiri bagi para penyandang status ibu tunggal. Walau, faktanya banyak juga ibu tunggal yang mampu survive menjalani kehidupan, bahkan sukses dengan profesi ataupun dalam membuka usaha.

Hal yang membuat seorang ibu tunggal mampu mengubah keadaan yang terpuruk menjadi motivasi untuk menjadi lebih berdaya, antara lain aktivitas yang membuka cakrawala berpikir dengan mengikuti komunitas. Ada banyak komunitas yang bisa diikuti, salah satunya Single Moms Indonesia (SMI). Komunitas ini mengajak para ibu tunggal untuk kembali percaya diri agar bisa bangkit dan semangat melanjutkan kehidupan.

Founder SMI Maureen Hitipeuw mengatakan, visi SMI adalah untuk pemberdayaan ibu tunggal, bukan sekadar wadah curhat.  “Jadi visi kita itu sebetulnya memberdayakan ibu tunggal untuk membangun keluarga bahagia dan percaya diri,” tuturnya.

Sementara misi SMI ingin memberdayakan ibu tunggal bersama anak-anaknya dengan menyediakan dukungan pelatihan-pelatihan bermanfaat supaya keluarga ibu tunggal ini bisa bertahan, mandiri dan berkembang. Kedua, misi SMI mengedukasi supaya stigma negatif masyarakat akan label ibu tunggal ini pelan-pelan bisa diubah.

Selama tujuh tahun sejak dibentuk pada 8 September 2014, SMI sudah banyak memberikan berbagai program pelatihan dan pemberdayaan kepada anggotanya. Dikatakan Maureen, para anggota memiliki wadah yang dinamakan Rumah Teduh, dan menjadi grup facebook untuk para anggotanya. “Di sini mereka bisa bebas bercerita, mau nanya apa saja bisa, dan yang paling dasar sebetulnya, ruang ini bebas dari judgement,” tutur Maureen.

Sejak awal berdiri, lanjut Maureen, komunitas ini benar-benar tidak ada judgement pada sesama anggota. Selain sebagai tempat berkomunikasi dan bercerita tentang persoalan yang dihadapi, komunitas ini memiliki mentorship, seperti peer-to-peer yang disebut sebagai SMI Sisterhood. ”Big sister-nya” adalah anggota yang sudah berdamai dengan masa lalunya dan hidupnya sudah bahagia. “Mereka menjadi mentor, kemudian yang menjadi little sister-nya anggota-anggota yang baru bergabung, dan kondisi emosionalnya belum cukup stabil,” imbuh Maureen.

Berdasarkan survei yang dilakukan SMI, masalah yang dihadapi para ibu tunggal sangat kompleks dan berlapis. Namun yang paling utama dihadapi adalah masalah finansial dan emosional. Kedua hal ini membutuhkan dukungan agar mereka bangkit dan self healing.

SMI menerima fellowship dari Facebook Community Leadership Program (FCLP) sebagai salah satu komunitas yang menerima pelatihan serta funding dari Facebook dalam mengembangkan komunitasnya. Saat ini SMI memiliki sekitar 6.100-an anggota yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, bahkan ada yang bertempat tinggal di luar negeri. Rentang usia anggota antara 19 dan 60 tahun. Tidak sedikit pula ibu tunggal yang telah menikah lagi tetap menjadi anggota SMI.

Sejak tahun 2017, SMI rutin melaksanakan kegiatan setidaknya sebulan sekali di wilayah Jabodetabek. Kegiatan pelatihan dilakukan secara online sejak pandemi Covid-19, dan mampu menjangkau lebih banyak anggota dan wilayah yang lebih luas.

Salah satu kegiatan Single Mom Indonesia bersama Bank BTPN
Salah satu kegiatan Single Mom Indonesia bersama Bank BTPN

Menurut Maureen, ada pula program SMI Preuner, yang didesain untuk para anggota yang ingin berusaha (UMKM) atau yang sudah merintis usaha dari rumah. Seperti halnya program bersama Jenius, mereka mendapatkan prioritas untuk mengikuti kelas-kelas pelatihan. Pelatihan ini membantu memberdayakan para anggota SMI, misalnya memberi mereka tips untuk meningkatkan penjualan secara online, atau untuk memasarkan barang secara online, atau untuk membuat caption untuk barang jualan mereka, dsb.

“Tanggal 18 Agustus, kami ada satu workshop online tentang mindset. Yang namanya ibu tunggal pasti ada sisi emosional: Teman-teman ini merasa khawatir, merasa tidak percaya diri dengan kehidupannya karena ada trauma. Semua kegiatan yang kami lakukan sebenarnya benang merahnya itu pemberdayaan,” jelas Maureen.

Kemitraan Jenius

Belum lama ini, Maureen melalui SMI bekerja sama dengan Jenius, sebuah aplikasi perbankan digital milik PT Bank BTPN Tbk. Selain membantu kebutuhan transaksi digital seperti pembayaran, bersama Jenius, Maureen merasakan banyak manfaat yang diterima. 

“Senang sekali dengan fitur-fitur Jenius yang sangat membantu saya dalam mengelola keuangan pribadi dan komunitas SMI ini. Dari sisi komunitas, kami sangat terbantu dengan adanya Kartu Debit Jenius Visa yang membantu pembayaran berlangganan sejumlah platform untuk operasional komunitas terlebih pada masa pandemi yang semua serba virtual. Kami juga sangat antusias untuk berpartisipasi dalam kelas-kelas dan pelatihan yang diadakan oleh Jenius Co.Create,” kata Maureen.

“Beberapa bulan lalu misalnya, ada kelas dari Jenius Co.Create, namanya Jenius Woman Talk.  Ada pula kelas bertemakan Menemukan Potensi Diri Kerja di Dunia Digital, kemudian ada lagi Pentingnya Perencanaan Keuangan Perempuan, juga ada Ide Awal Bisnis jadi sangat selaras dengan visi misi kami sebagai komunitas. Tahun ini SMI memiliki banyak rencana kegiatan dalam pemberdayaan UMKM dengan harapan bisa membantu ekonomi keluarga ibu tunggal.”

Anita Ekasari, Digital Banking Acquisition, Service & Marketing Head Bank BTPN, menjelaskan kolaborasi Jenius bersama komunitas Single Moms Indonesia: “Jenius percaya bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mengelola banyak hal, termasuk soal finansial. Kami mendengar kisah-kisah inspiratif tentang cara mereka dalam mewujudkan impian, mengelola keuangan, dan beradaptasi dalam situasi saat ini. Melalui kolaborasi dengan Single Moms Indonesia, kami ingin lebih banyak mendengar kisah-kisah inspiratif tersebut sekaligus menyebarkan semangat ini kepada lebih banyak perempuan Indonesia agar dapat membangun support system untuk terus bertumbuh bersama.”

Apakah ke depan Jenius membuka peluang untuk memberikan dukungan dalam hal pendanaan usaha untuk anggota SMI, Maureen belum bisa memastikan. “Sejauh ini kemitraan kami dengan Jenius lebih kepada program pelatihan. Kita ini beruntung karena teman-teman sering diundang kalau ada kegiatan Jenius. Mereka sering mendapat pelatihan-pelatihan gratis, dan mereka semangat untuk mengikutinya. Untuk kerja sama selanjutnya dengan Jenius, saat ini hal itu masih didiskusikan dan digodok,” ujarnya.

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN