Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Tongkang Batubara. Foto ilustrasi.

Tongkang Batubara. Foto ilustrasi.

Saham Batu Bara Giliran Manggung?

Minggu, 5 September 2021 | 08:17 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Saham-saham berbasis komoditas batubara naik panggung pada akhir pekan dengan penguatan yang cukup signifikan didorong oleh kenaikan harga batubara hingga US$ 179, rekor tertinggi sepanjang masa.

Kontrak batubara thermal di ICENewcastle untuk penyerahan Oktober naik 2,11% menembus level US$ 179 pada akhir pekan. Pasar meyakini bahwa kenaikan kali ini akan menjadi momentum saham batubara manggung.

Sinyal ini terlihat pada penutupan perdagangan Jumat (3/9/2021), harga saham batubara seperti ITMG, ADRO, PTBA, UNTR, DOID naik siginifikan antara 2-6%.

Kenaikan tertinggi dipimpin oleh saham PT United Tractor Tbk (UNTR) yang naik 5,17% ke level Rp 21.375, disusul oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 4,57% ke level Rp 2.290, PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) naik 4,83% menjadi Rp 304, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) naik 2,66% menjadi Rp 1.265, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik 2,27% menjadi Rp 16.925.

Investor asing akhir-akhir ini juga banyak mengoleksi saham sektor tersebut. Berdasarkan data RTI, saham UNTR, PTBA, ADRO, dan ITMG masuk dalam top 10 net foreign buy (NFB) akhir pekan.

Membaranya saham batubara juga ditunjang oleh kinerja emiten yang pada semester I-2021, seperti ITMG yang mampu meraih lonjakan laba hingga 312% menjadi US$ 118 juta pada semester I-2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu US$ 29 juta. Kinerja yang spektakuler juga diraih PT BA yang berhasil mencatatkan kenaikan laba 38,28% (yoy). Demikian juga dengan Adaro yang labanya (EBITDA) naik sekitar 36% pada periode tersebut.

"Harga batubara sudah naik sekitar 90% YTD, tetapi kenaikan harga sahamnya belum signifikan," kata mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta yang juga menjadi mentor komunitas Investa, belum lama ini.

Kinerja harga batubara/Sumber: investing.com
Kinerja harga batubara/Sumber: investing.com

Sejumlah analis juga mengatakan bahwa kenaikan harga batubara belum tercermin sepenuhnya pada harga sahamnya. Saham batubara umumnya legging (terlambat) dalam mengikuti gerak komoditasnya, tidak seperti saham nikel, tambang dan lainnya.

Sebagai contoh, harga batubara telah naik sekitar 90% YTD, tetapi dalam periode tersebut harga PT BA mencatatkan minus 18,51%, ADRO minus 5,24%, UNTR minus 19,64%, DOID minus 13,64%. Hanya ITMG yang sahamnya berkinerja positif secara YTD yakni naik 22,2%.

Harga batubara terus meroket seiring dengan peningkatan aktivitas industri di China. Batu bara dilirik karena harganya lebih kompetitif, khususnya untuk pembangkit listrik.

Benarkah kenaikan harga batubara kali ini akan menjadi momentum saham sektor tersebut manggung?

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN