Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung memotret pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pengunjung memotret pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sepekan, Asing Akumulasi Saham Bluechips, BBCA dan BBRI Jawara

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 11:32 WIB
S.R Listyorini

Investor.id - Saham-saham bluchip kembali menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sepekan ini dengan investor asing secara masif mengakumulasi saham-saham bluechip. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi jawara saham yang terbanyak diakumulasi asing

Berdasarkan data RTI, top net foreign buy (NFB) BBCA mencapai Rp 1,01 triliun, diikuti BBRI Rp 697,8 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 434,4 miliar, PT United Tractor Tbk (UNTR) sebesar Rp 392,8 miliar dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sebesar Rp 160,9 miliar.

Kelima saham tersebut harganya menguat dalam sepekan, dengan kenaikan tertinggi UNTR sebesar 17,78%. Kenaikan harga batubara yang mencatat rekor tertinggi sepanjang masa menjadi katalis kenaikan UNTR. Sementara itu BBCA dalam sepekan naik 2,66%, BBRI menguat 2,09%, TLKM naik 2,81%, namun BUKA terkoreksi 3,95% ke harga saat IPO yakni Rp 850.

Saham bluechip adalah jenis saham dari perusahaan dengan kondisi keuangan prima, serta beroperasi selama bertahun lamanya. Kondisi keuangan prima terukur dari pendapatan perusahaan yang tumbuh stabil setiap tahun, dan kerap membagikan dividen kepada investor.

Dalam beberapa bulan sebelumnya, saham-saham bluechip kalah bersinar dengan saham digital yang sedang digandrungi masyarakat. Namun, dalam sepekan ini saham-saham Bluechips kembali unjuk gigi.

Rotasi Saham

Rotasi saham siklikal terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelang window dressing (WD) pada akhir tahun. Kenaikan harga komoditas batubara menjadi momen untuk rotasi saham.

Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, mengatakan WD sering dilakukan pada akhir tahun. Namun sebenarnya WD mungkin bisa dilakukan pada akhir bulan Laporan yaitu akhir kuartalan, dimana laporan portofolio disajikan kepada para pemilik dana. "Emiten juga berkepentingan dengan nilai suatu saham sebagai "prestasi" bagi manajemen," katanya.

Hari ini tanggal 30 September 2021 adalah akhir bulan Kuartal ke 3 dimana harga suatu saham nenjadi sangat penting bagi pengelola portofolio. "Sebagai investor saya kira tidak ada salahnya untuk berusaha mendapatkan peluang terbaik guna mendapatkan "cuan" hingga akhir tahun," katanya.

Analis teknikal, Joe Lee (kiri), dan Ketua LP3M Investa Hari Prabowo ketika memberikan edukasi tentang potensi window dressing kepada komunitas Investa.
Analis teknikal, Joe Lee (kiri), dan Ketua LP3M Investa Hari Prabowo ketika memberikan edukasi tentang potensi window dressing kepada komunitas Investa.

Adapun kiat memilih saham yang berpotensi WD antara lain;

1. Saham blue chips yang punya kapitalisasi pasar yang besar.
2. Saham yang banyak dimiliki oleh para fund manager / Reksa Dana.
3. Saham BUMN yang biasanya juga untuk "unjuk prestasi"

Menurut Hari Prabowo, beberapa saham yang mungkin bisa dicermati khususnya untuk antisipasi WD antara lain BBRI, ASII, TLKM, BBCA, BMRI, HMSP, BUKA, PTBA. Selain itu, saham-saham konstruksi secara historical juga selalu mengikuti WD.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

Berita Terkait