Menu
Sign in
@ Contact
Search
Investor legendaris Lo Kheng Hong. (Tangkapan layar YouTube SimInvest)

Investor legendaris Lo Kheng Hong. (Tangkapan layar YouTube SimInvest)

Cerita Lo Kheng Hong Lolos dari Floating Loss Terbesarnya di Saham BUMI

Jumat, 25 November 2022 | 13:21 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Lo Kheng Hong sempat menceritakan pengalamannya saat mengalami floating loss terbesarnya selama berinvestasi saham.

Hal itu diceritakan dirinya ketika ditanya sahabatnya, Lukas Setia Atmaja dalam acara peluncuran buku yang digelar secara online pada Juli 2021. Video rekaman acara tersebut dapat disaksikan di YouTube HungryStock.

Pak Lo, sapaan akrab Lo Kheng Hong, mengalami floating loss besar ketika berinvestasi di saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Lukas sendiri bertanya bagaimana Pak Lo bisa bertahan dan akhirnya bisa keluar dari situasi seperti itu.

Baca juga: Usai Grup Salim Gabung, Pamor BUMI Terus Melambung

“Kenapa saya bisa bertahan? Karena Bumi Resources punya cadangan batu bara 3 miliar ton. Itu cadangan yang terbukti. Bapak kaliin aja sekarang harga batu bara US$ 140 (ketika itu). Bapak kaliin aja US$ 100. Coba kali pak US$ 100 kali 3 miliar, itu US$ 300 miliar kekayaannya Pak,” terang Pak Lo dikutip dari YouTube HungryStock, Jumat (25/11/2022).

“Terus kalau valuasinya Rp 50 jumlah sahamnya sekarang sudah rights issue terus banyak. Jumlah sahamnya ada 67 miliar sekarang (ketika itu). Dulu kalau sebelum rights issue mungkin hanya 20 miliar lembar. Kalau kali Rp 50 kan cuman Rp 1 triliun (market cap). Rp 1 triliun kira-kira US$ 70 juta. Jadi perusahaan memiliki batu bara yang nilainya US$ 300 miliar dihargai hanya US$ 70 juta. Tentu saya bisa bertahan dong Pak,” papar Pak Lo yang memiliki pengalaman berinvestasi saham sejak 1989.

Lo Kheng Hong pun menceritakan lebih lanjut bagaimana dia bisa lolos dari floating loss di saham BUMI dan akhirnya keluar dengan lega.

“Bumi Resources dipailitkan masuk PKPU (penundaan kewajiban pembayaran utang). Udah punya harta di situ banyak sekali dipailitkan, PKPU, aduh pusing juga. Itu perjuangan juga. Ternyata penasihat ya mungkin (dari) Bumi Resources menghitung bahwa harga wajar itu Rp 926. Mukjizat kan Pak. Harga di pasar Rp 50 tapi kreditur harus konversi utangnya di Rp 926 ini kan mukjizat,” imbuhnya.

Sebagai informasi, BUMI sempat masuk periode PKPU di sekitar tahun 2016.

“Terjadi mukjizat kedua, harga batu bara yang US$ 50 bisa naik ke US$ 100 (saat itu). Mukjizat yang kedua. Jadi saham itu naik ke Rp 500 dan saya keluar dan uang saya balik. Jadi saya bisa bertahan karena saya tahu perusahaan yang saya beli terlalu murah dan yang kedua terjadi mukjizat,” sebut Pak Lo.

Kemudian, Lukas kembali bertanya, “Mungkin itu floating loss yang terbesar selama Pak Lo pengalaman sebagai investor saham?”

“Oh iya kira-kira floating loss yang sangat besar,” jawab Lo Kheng Hong.

Kendati mengalami floating loss, menurut Lukas Setia Atmaja, Pak Lo tetap terlihat tenang tanpa beban selama masa-masa itu. Padahal, jika kejadian itu dialami orang lain, kemungkinan orang tersebut tidak tenang dan sulit tidur.

“Sebenarnya Pak Lo pura-pura tenang atau memang tenang?” tanya Lukas penasaran.

Baca juga: Lo Kheng Hong: Jangan lihat yang Makro, Bisa Pusing

“Ada seorang, dia pernah mengatakan kalau anda kehilangan harta anda, anda tidak kehilangan apa-apa. Tapi kalau anda kehilangan kesehatan anda, anda kehilangan sebagian dari sesuatu. Kalau anda kehilangan akhlak saudara, maka anda kehilangan segalanya. Jadi itu menguatkan saya, kalau anda kehilangan harta anda, anda tidak kehilangan apa-apa. Oh saya kalau tidak, bisa stres tapi karena denger kata-kata itu saya tidak kehilangan apa-apa,” ungkap Lo Kheng Hong kembali menjawab.

“Dan yang kedua, saya tidak punya utang. Itu sebagian besar harta saya, tapi saya masih ada sisa. Sisa uang saya ini masih banyak jadi saya pikir ah saya gak kehilangan apa-apa. Saya juga masih sisa banyak, masih lebih kaya dari kebanyakan orang, ya saya tetap happy aja jadi saya gak stres,” kata Pak Lo.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com