Menu
Sign in
@ Contact
Search
Lo Kheng Hong (kiri). (Instagram/@hungrystock)

Lo Kheng Hong (kiri). (Instagram/@hungrystock)

Lo Kheng Hong Sudah 30 Tahun Lebih Tak Beli Saham IPO, Terakhir Astra (ASII)

Rabu, 21 Des 2022 | 18:00 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Investor kenamaan Lo Kheng Hong mengaku sudah 30 tahun lebih tak membeli saham melalui initial public offering (IPO).

‘Warren Buffett Indonesia’ ini terakhir membeli saham lewat IPO adalah saham PT Astra International Tbk (ASII). Hal tersebut disampaikan Lo Kheng Hong dalam acara Launching Buku Lo Kheng Hong yang digelar secara daring beberapa waktu yang lalu. Dan potongan videonya dapat disaksikan kembali pada unggahan akun Instagram @hungrystock belum lama ini.

Sebagai informasi, Astra pertama kali tercatat di Bursa pada 4 April 1990. Sedangkan Lo Kheng Hong mulai berinvestasi saham pada 1989.

Baca juga: Lo Kheng Hong Kirim Pesan WA, Isinya: Kopi, Koran, dan Batu Bara

Advertisement

Di fase awalnya itu, Pak Lo - sapaan akrab Lo Kheng Hong - memakai strategi membeli saham IPO dan menjualnya ketika listing. Menurutnya, sebagai investor pemula kala itu, membeli saham IPO dan menjualnya saat listing dilakukan karena ia tidak mengerti apa-apa

“Karena dulu saya kan orang baru yang tidak mengerti apa-apa. Jadi strateginya hanya bisa membeli ketika IPO menjual ketika listing,” ungkap Pak Lo dikutip dari Instagram @hungrystock, Rabu (21/12/2022).

Namun kemudian, Pak Lo mengubah strateginya dalam berinvestasi dengan membeli saham-saham di pasar sekunder.

“Tapi kan pada waktu itu pasar modal turun rendah ada tight money policy, enggak ada lagi perusahaan yang go public, mungkin gak laku pada waktu itu. Jadi harus membeli saham di pasar reguler. Dan sepertinya sudah 30 tahun saya tidak membeli saham IPO. Terakhir saya membeli saham IPO itu Astra International,” imbuh triliuner tersebut.

“Kalau saham IPO itu, kalau saham itu naik kita cuman dapat sedikit di bawah 1%, kurang dari 1%. Tapi kalau saham itu nanti listing turun, kita dikasih banyak sekali. Jadi ya sudahlah saya tidak berinvestasi di saham IPO dan tidak ada pengusaha yang mau jual saham perusahaannya di harga yang murah,” paparnya.

Baca juga: Cerita Lo Kheng Hong Lolos dari Floating Loss Terbesarnya di Saham BUMI

Lo Kheng Hong menyatakan, saham-saham yang murah hanya ada di pasar reguler dan bukan ketika penawaran umum perdana.

“Yang murah itu harusnya ada di pasar reguler yang sudah tidak diperhatikan orang. Itu yang kita beli Mercy yang dihargai harga Bajaj, Jadi saya berubah, lebih baik saya membeli Mercy yang dijual di harga Bajaj,” pungkasnya.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com