Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Listyorini/Investor.id

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019). Foto: Listyorini/Investor.id

70 Persen Generasi Milenial Tak Punya Strategi Investasi

Listyorini, Senin, 16 September 2019 | 11:28 WIB

Jakarta, Investor.id - Sebuah penelitian menyebutkan, 70 persen generasi milenial tidak mempunyai strategi investasi. Hal ini disebabkan generasi milenial cenderung mengutamakan kenyamanan (convinience) dalam menjalani kehidupan sehingga kurang peduli untuk mempersiapkan masa depan.

"Ini merupakan tantangan, karena generasi milenial mempunyai akses untuk berbagai informasi dan produk keuangan dan investasi, tetapi mereka tidak tertarik," kata anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara dalam diskusi tentang Literasi Keuangan Goes to Campus, yang diselenggarakan oleh Majalah Investor bekerjasama dengan Unika Atmadjaja, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menurut Tirta, gaya hidup generasi milenial sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka sebagian besar berpandangan bahwa hidup itu hanya sekali sehingga harus dinikmati dan tidak mau repot-repot mempersiapkan masa depan. Mereka lebih suka konsumtif dan kegiatan traveling dibanding harus menabung. Bahkan, kata dia, sebuah situs perumahan menyebutkan bahwa 95% anak muda nantinya tidak mampu membeli rumah karena pendapatannya dihabiskan untuk menikmati hidup.

OJK, kata dia, meletakkan literasi keuangan untuk generasi milineal sebagai program prioritas. Untuk memperluas pemahaman masalah keuangan, OJK juga menyusun literasi keuangan dalam kurikulum sekolah. Selain itu, kampanye keuangan melalui Sikapi Uangmu yang ada di website OJK.

Tirta mencatat beberapa karakter terkait generasi milenial. Pertama, anti-utang karena generasi milenial cenderung tidak menyukai kartu kredit, mereka lebih suka menggunakan aplikasi lain sebagai alat pembayaran. Kedua, tak mempunyai strategi investasi. Ketiga, cenderung konsumtif dan lebih suka traveling dibanding menabung untuk masa depan.

Ia menekankan pentingnya generasi milenial mempersiapkan masa depan. Gaya hidup perlu perlu diatur dengan menyesuaikan pengeluaran dengan kebutuhan dan kemampuan, bukan sesuai keinginan. "Penting untuk mempersiapkan masa depan dengan menabung dan investasi.," jelasnya.

Tiga hal yang perlu dipahami dalam mengatur keuangan adalah menentukan tujuan keuangannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang, memiliki pemahaman terhadap produk dan jasa keuangan yang tersedia, serta disiplin menjalankan rencana keuangan yang sudah disusun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA