Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Komisaris Independen PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Cyrillus Harinowo (kedua dari kiri), sebagai salah satu pembicara dalam diskusi tentang Potensi Kopi di Indonesia pada acara Kafe BCA on The Road, belum lama ini. Foto: Listyorini.

Komisaris Independen PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Cyrillus Harinowo (kedua dari kiri), sebagai salah satu pembicara dalam diskusi tentang Potensi Kopi di Indonesia pada acara Kafe BCA on The Road, belum lama ini. Foto: Listyorini.

99 Cerita dalam Secangkir Kopi

Listyorini, Senin, 9 September 2019 | 18:12 WIB

Jakarta, investor.id – Budaya minum kopi telah berhasil menembus generasi.Dari orang tua hingga anak-anak muda yang disebut generasi milenial kini gandrung dengan kopi. Selain nikmat, kopi telah menyatukan berbagai hambatan dalam bersosialisasi.

Kenikmatan kopi tidak hanya terletak pada cita rasa dan aroma, tetapi juga cerita-cerita yang bersumber dari penikmat kopi. Coba tengok, ketika berada di warung kopi atau di coffee shop, obrolan antar-manusia tidak ada lagi batasan strata atau status. Tidak seperti komunikasi dengan gadget, meski era digital meleburkan ruang dan waktu, tetapi mereduksi sisi sosial dan cenderung sibuk dengan diri sendiri.

"Kenikmatan kopi 99% dari cerita-cerita,"kata salah satu master kopi Indonesia, Reza Adam Ferdian, co-founder Kopisob dan Assesor Baritsa dalam diskusi tentang Kopi pada acara Kafe BCA on the Road di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Budaya minum kopi telah turun temurun dan cocok dengan masyarakat Indonesia. Kini minum kopi bukan sekadar gaya hidup (lifestyle) tapi sudah menjadi dailyneed (kebutuhan sehari-hari).

Sejarah kopi di Indonesia diawali dari cerita tentang penjajahan Belanda yang menjadikan biji kopi sebagai komoditas utama perkebunan saat itu. Hasil panennya kemudian dibawa ke Eropa, dan terjadi ekspor besar-besaran oleh VOC.

Tradisi minum kopi (ngopi) banyak ditemui di berbagai wilayah di Indonesia, dan masing-masing daerah mempunyai kekhasan tersendiri dalam produksi kopi, baik rasa maupun aromanya. Cita rasa kopi dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Kondisi sekitar yang mempengaruhi, antara lain faktor

ketinggian tanah, cuaca, letak geografis, kualitas tanah, dan juga tanaman di sebelahnya. Tak heran, masing-masing daerah mempunyai kopi unggulan.

Manfaat Kopi

Menurut Pakar Agribisnis dari Universitas Diponegoro Bambang Dwiloka, booming minum kopi saat ini masih didasari oleh gaya hidup. "Lifestyle itu ada siklusnya, biasanya lima tahunan. Jadi, sekarang harus dipromosikan tentang manfaat minum kopi," kata Bambang yang juga menjadi salah satu pembicara dalam diskusi tersebut.

Hal paling dipantang dalam minum kopi adalah gula. Sebab, jika kopi dicampur gula maka banyak manfaat kopi menjadi hilang. Jika masyarakat Indonesia sadar bahwa minum kopi itu membuat badan sehat dan mengandung antioksidan tinggi, permintaan (demand) kopi akan cukup tinggi. "Ada yang sehabis minum kopi jantungnya berdebar, itu tidak masalah jika masih wajar karena jantung perlu juga berolahraga," kata dia.

Kopi, kata dia, mengandung senyawa polifenol yang dapat digunakan sebagai antioksidan, mengatasi penyakit diabetes, serta kardiovaskular. Selain itu, efek farmakologi asam klorogunat yang terkandung pada kopi sudah diteliti dan bisa menjadi antivirus hepatitis B, antioksidan, antihipertensi, dan banyak lagi.

Peluang bisnis kopi di Indonesia, kata dia, masih cukup tinggi dan prospektif yang ditunjukkan oleh konsumsi kopi secara nasional 1,3 Kg/orang/tahun. Di negara maju konsumsinya sekitar 7-11 Kg/orang/tahun.

Komisaris Independen PT Bank Central Asia (BCA) Tbk, Cyrillus Harinowo, mengatakan bahwa kopi bisa menjadi komoditas unggulan di Indonesia. "Saya berpikir kopi bisa menjadi the next commodity yang diunggulkan karena peluang bisnis dan potensi pasarnya masih besar," katanya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA