Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Buku tentang Pendidikan Karakter karya Fransisca Sestri dan Sarah

Buku tentang Pendidikan Karakter karya Fransisca Sestri dan Sarah

Apa Kata Insan Perguruan Tinggi tentang Pendidikan Karakter?

Selasa, 16 Februari 2021 | 08:51 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Era digital yang meniadakan ruang dan waktu serta strata sosial telah menjadi budaya baru masyarakat, termasuk di kampus. Pandemi virus corona (Covid-19) yang memaksa pembelajaran secara online makin mempercepat revolusi digital dan menyisakan sejumlah pertanyaan tentang masa depan pendidikan karakter yang digadang-gadang sebagai dasar pembentukan insan Indonesia yang berakhlak mulia.

Masih pentingkah Insan Kampus terlibat dalam proses pembelajaran, dalam mewujudkan Pembangunan SDM berkarakter? Berikut pendapat para rektor, insan perguruan tinggi tentang pendidikan karakter.

1. Rektor Universitas Gajah Mada, Panut Mulyono:

Untuk menjadi bangsa yang maju dan sejahtera maka pendidikan di Indonesia harus menghasilkan sumber daya insani yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan berkarakter mulia.

Pendidikan karakter sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan teori dan ceramah, tetapi harus diberi contoh nyata perilaku terpuji dari pendidik, para tokoh, dan masyarakat sehingga mampu menyuburkan dan menumbuhkembangkan karakter para peserta didik.

2. Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama:

Mendidik mahasiswa berorientasi pada sifat-sifat yang baik diantaranya, kejujuran,kepedulian dan toleransi, keadilan, serta keberanian.

Sifat-sifat tersebut mejadi nilai dasar bagi para Insan Kampus, seperti yang diletakkan di Universitas Diponogoro (Undip). Pendidik, staf kependidikan, pimpinan perguruan tinggi agar memiliki jiwa-jiwa satria sehingga peserta didik (mahasiswa-mahasiswa) berkarakter cinta terhadap negaranya yaitu NKRI berdasarkan Pancasila dan landasan hukum UUD'45.

Oleh karena itu, Kampus khususnya UNDIP, dalam memasuki ranah global harus mewujudkan karakter Insan berpendidikan yang Rahmatan Lil Alamin dan transformasi nilai- nilai cinta Indonesia harus dilakukan terus menerus.

3. Rektor IKIP Siliwangi, Heris Hendriana:

Proses pendidikan memiliki amanah untuk menjadikan peserta didik memiliki kemampuan kognitif (pengetahuan), afektif (sikap) dan psikomotor (keahlian).

Dari ketiga tugas tersebut, afektif atau karakter memiliki dimensi yang sangat komplek. Selain dibentuk melalui pengetahuan, afektif/karakter perlu didukung oleh lingkungan melalui pembiasaan, konsistensi baik dalam menerapkan reward and punishment maupun memberikan tauladan.

4. Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini:

Pendidikan karakter secara umum sama dengan pendidikan akhlak atau budi pekerti, yaitu pendidikan yang mengedepankan nilai-nilai dasar kemanusiaan. Pendidikan karakter dijunjung tinggi oleh seluruh bangsa di dunia ini.

Kejujuran, kebenaran, keadilan, persisten, konsisten, konsekueen, disiplin, tanggung jawab merupakan nilai dasar kemanusiaan. Bisa juga ditambahkan sopan santun, menjunjung norma kehidupan yang berlaku secara lokal, nasional, regional, maupun internasional.

Karakter bangsa Indonesia, tentunya disesuaikan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir Pancasila.

5. Dosen STIE Isan Pembangunan dan Sekjen LPER, Francisca Sestri:

Salah satu penulis buku Pendidikan Karakter ini sepakat pendapat para Suhu Masyarakat Kampus seraya menambahkan Pendidikan Karakter dan Pendidikan Berkebudayaan ala kang Yudi Latif menjadi kunci pembangunan manusia seutuhnya yang mencintai bangsanya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN