Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat pergerakan harga saham melalui monitor di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor melihat pergerakan harga saham melalui monitor di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Asing Comeback, Sinyal Bullish?

Rabu, 2 Juni 2021 | 07:28 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Di pengujung Mei, pasar saham di BEI mendapat guyuran dari dana-dana asing yang kembali (comeback) memborong saham-saham bluechips sehingga mendorong IHSG naik meninggalkan gap area 5900 ditutup pada level 5.947,463. Banyak pelaku pasar percaya bahwa ini sebagai sinyal bullish untuk tren IHSG.

Tanda-tanda bullish semakin kelihatan ketika saham-saham Bluechips, seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan TLKM banyak dikoleksi asing. Secara teknikal, akhir Mei ditutup tanpa shadow, yang mengindikasikan penguatan akan berlanjut pada Juni.

Dalam minggu terakhir Mei, asing mencatatkan net buy sekitar Rp 1,51 triliun di pasar reguler, sekitar Rp 774 miliar di antaranya diguyur pada 31 Mei 2021. Sepanjang Mei, asing mencatatkan net buy Rp 2,51 triliun di pasar reguler, dan Rp 3,21 triliun di semua pasar.

Sepanjang Mei 2021, IHSG melemah 0,8% secara point-to-point. Mengawali bulan di 5.995,62, IHSG berakhir di 5.947,46. Bulan Mei bagi pelaku pasar dianggap sebagai Mayday karena pada awal bulan asing terus menjual saham-saham Bluechips.

Analis Artha Sekuritas memrediksi IHSG menguat pada perdagangan hari ini dengan bergerak pada kisaran support 5.831-5.889 dan resistance 5.976-6.005. Secara teknikal terlihat ada potensi uptrend jangka pendek didukung indicator MACD yang mulai mengindikasikan trend akumulasi dan stochastic yang melebar setelah membentuk golden cross.

Musim pembagian dividen akan menjadi katalis kenaikan IHSG, selain data ekonomi RI yang menunjukkan perbaikan.

Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7,1%- 8,3% pada kuartal II-2021 bakal menjadi pemicu penguatan saham-saham sektor keuangan.Kinerja penyaluran kredit perbankan untuk segmen korporasi pada kuartal II/2021 diperkirakan kembali membaik.

Kenaikan harga minyak juga akan menjadi katalis kenaikan saham-saham sektor komoditas. Minyak Brent sempat menembus US$ 71 per barel, level tertinggi sejak Maret 2020, dan akhirnya ditutup naik 93 sen atau 1,3% menjadi US$ 70,25 per barel.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juli, naik US$ 1,40 atau 2,1% menjadi US$ 67,72 per barel. Katalis kenaikan minyak adalah datangnya musim panas di Amerika Serikat dan saat OPEC+ setuju untuk meningkatkan produksi secara bertahap.

Covid-19

Namun, berbagai indikator positif ini akan tertahan oleh kekhawatiran meluasnya kasus virus corona (Covid-19) di Asia. Malaysia memberlakukan penguncian (lockdown) nasional yang ketat pada Selasa (1/6) untuk memerangi wabah virus corona yang memburuk. Pada saat yang sama, negara-negara di Asia Tenggara berjuang meredam kenaikan jumlah kasus akibat penularan sejumlah varian.

Di Indonesia, pemerintah memaksimalkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro guna mencegah penyebaran Covid-19 pasca-libur lebaran. Termasuk, penanganan pemulihan ekonomi. Sebab, perlu diwaspadai bermunculannya klaster baru Covid-19.

IHSG Cenderung Positif

Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo, meyakini beberapa indikasi menunjukkan bahwa IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju level psikologis 6000. "Beberapa indikasi saya kira cukup memadai seperti net buy asing, nilai rupiah stabil dan cenderung menguat, harga komoditas juga naik," katanya.

Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.
Hari Prabowo, Ketua LP3M Investa dan pengamat pasar modal.

Menurut dia, jika asing masing memborong saham-saham bluecips seperti BBRI, BMRI, BBNI, dan BBCA, yang mempunyai bobot cukup besar terhadap IHSG, ditambah saham-saham komoditas, makalevel 6000 optimis tercapai hari ini.

Pilihan saham Investa yang dicermati dengan tekni tape reading hari ini: BBTN, BBCA, JPFA, ELSA, ANTM, PSSI dan ADRO. Selain itu, berita akurnya Kokmin Bank dan Bosowa juga bagus buat BBKP.
 

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN