Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bizcom Indonesia berkolaborasi dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER), dan Kementerian KOminikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan diskusi dengan tema Investment Strategy and Opportunity in Syariah Industry and Digital Era. Foto: Listyorini

Bizcom Indonesia berkolaborasi dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER), dan Kementerian KOminikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyelenggarakan diskusi dengan tema Investment Strategy and Opportunity in Syariah Industry and Digital Era. Foto: Listyorini

Booming Starup, yang Terdaftar Capai 2.079

Listyorini, Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:52 WIB

Jakarta, investor.id – Pergerakan ekonomi digital terus melaju yang ditandai dengan tumbuh suburnya starup di Indonesia. Jumlah starup yang terdaftar mencapai 2.079, menempati posisi kelima di dunia. Melalui program Gerakan 1.000 Starup Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melahirkan 525 pengusaha rintisan.

Hal itu dungkapkan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkaray dalam The 30th Investor Gathering Bizcom Indonesia di Jakarta, Kamis (29/8/2019). Acara yang terselenggara melalui kerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) itu mengambil tema Investment Strategy and Opportunity in Syariah Industry and Digital Era.

Menurut Septriana, ekonomi digital telah menjadi kekuatan baru dalam menggerakan ekonomi Indonesia. Melalui digital, ekonomi bisa digerakkan hingga ke pelosok perdesaan, dari Sabang sampai Merauke karena makin meratanya akses internet.

"Dulu kekuatan ekonomi terfokus di Jawa, kini makin merata karena akses internet," katanya. Mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Jawa sekitar 55%, Sumatera 21%, Kalimantan 9%, Sulawesi 5%, dan Irian Jaya 10%.

Banyak peluang pasar yang bisa dimanfaatkan dari ekonomi digital. Produk-produk daerah bisa dipasarkan, seperti kain tenun, produk pertanian, dan lainnya. Septrianan berharap, ekonomi digital bisa menjadi motor penggerak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai sekitar 60 juta.

Ekonomi digital di Indonesia mencatat pertumbuhan tercepat di Asia. Tahun 2018, ekonomi digital diperkirakan mencapai US$ 27 miliar dan pada 2025 diproyeksikan bisa menembus US$ 100 miliar. Jika hal itu tercapai, ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Sementara itu, Google dan Tamasek mencatat, pertumbuhan sektor e-commerce Indonesia mencapai US$12,2 miliar dollar AS. Pada 2025, angkanya diprediksi akan melambung hingga US$ 53 miliar. Sedangkan pertumbuhan sektor online media yang mencakup gaming, iklan, streaming video dan musik, pada 2018 mencapai US$ 2,7 miliar dan diprediksi tumbuh mencapai US$ 8 miliar pada 2025.

Digital Syariah
Era internet juga menumbuhkan ekonomi digital berbasis syariah. Kini bermunculan platform digital yang berbasis syariah karena melihat perubahan pandangan masyarakat muslim di Indonesia yang menyukai Muslim living friendly. Dari sewa penginapan, hotel, pendanaan, hingga produk kulkas pun diberi label halal.

Gathering Bizcom bersama LPER yang menghadirkan pembicara, CEO Waqara Dino Pati Djalal, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkaray, Board of Advisor & Investment Committee PT Dana Syariah Indonesia Harjono Sukarno, GM of Business Roomme.id Iman Hanggautomo, CEO Alami Sharia Dima Djani, dan CEO and Founder Tamasia Muhammad Assad, menyimpulkan bahwa ekonomi digital syariah mempunyai peluang besar untuk berkembang.

Dino Pati Djalal, mantan Dubes RI di AS juga melihat pasar tersebut. "Empat tahun setelah pensiun saya mulai bisnis starup di bidang umroh. Industri ini mengalami crisis confidence sehingga saya membuat platform Waqara. Ini bukan travel agent tetapi market place, seperti Gojek untuk urusan umroh," katanya. Rencananya Waqara akan grand launching 20 September tahun ini.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA