Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pengunjung memakai masker melintas di depan papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Sejak wabah COVID-19 merebak, IHSG anjlok hingga 31,1% secara year to date sejak 2 Januari - 18 Maret 2020. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Seorang pengunjung memakai masker melintas di depan papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Sejak wabah COVID-19 merebak, IHSG anjlok hingga 31,1% secara year to date sejak 2 Januari - 18 Maret 2020. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal.

Celotehan Investor Menghadapi Crash Pasar Saham

Listyorini, Rabu, 18 Maret 2020 | 20:43 WIB

JAKARTA, Investor.id - Di tengah kegalauan mengambil posisi karena pasar saham terus anjlok dan tak tahu kapan bakal berbalik arah (reversal), sejumlah investor hilang akal. Mereka menghibur diri dengan celotehan-celotehan lucu yang membuat tersenyum pembacanya.

Seperti diketahui, prinsip trading di pasar saham adalah membeli pada saat harga murah dan menjualnya pada harga tinggi. Tetapi dalam kondisi tidak normal seperti sekarang ini, saham-saham yang sudah tergolong sangat murah tidak juga naik harganya. Malah sebaliknya setiap hari harganya merosot dan investor menderita kerugian sangat besar. Bahkan ada yang setiap hari sahamnya anjlok 7%, terkena auto reject asimetris (ARA) sehingga belum sempat keluar dari pasar.

Virus korona (COVID-19) telah meluluhlantakan pasar saham global. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) secara year to date terperosok sekitar 31,1%. Pada 2 Januari 2020 IHSG berada di level 6. 2.85,58 dan pada 18 Maret 2020 di level 4.330,67.

Mau membeli saham pada harga murah (bottom fishing) ternyata tidak kunjung ketemu bottomnya. Berikut celotehan lucu para investor dari sejumlah komunitas:

"Nasib investor kecil, mau menyelam ikutan bottom fishing, belum sampai bottom oksigen sudah habis."

"Boro-boro dapat fish? Baru lihat portofolio sudah sesak nafas."

"Itu karena mau menjemput ikan besar, padahal belum pandai berenang, tak punya oksigen dan pelampung pula. "

"Ukurlah nafasmu sebelum menyelam. Hahahaha."

"Saya sudah alami crash Tahun 1998 dan 2008. dan kini Tahun 2020. Minimal sebagai saksi sejarah buat cerita kepada anak-anak."

"Betul pak, dengan bukti warisan portofolio. Kita bisa bilang bahwa Tahun 2020 memang warnanya MERAH. Hahaha."

"Waktu mau menyelam, belum menduga dalamnya laut. Cuma mengandalkan lagu Nenek Moyangku Orang Pelaut. Eh, pelautnya bukan penyelam...hiiiks."

"Kalau akhirnya nggak bisa mewariskan harta, ya mewariskan dongeng."

"Asli kebangetan, Dow sudah hijau, IHSG nggak mau ijo juga."

"Kalau pasar modal dikelola dengan bijak, bisa jadi arena win-win. Kita serahkan tabungan kita pada perusahaan yang prospektif. "

"Sayangnya sekarang semua panik. Berlaku zero zum game. Keuntunganku tergantung pada kerugianmu."

"Kalau zero sum, kasino jauh lebih praktis dan pragmatis."

Begitulah celotehan investor untuk menghibur diri  dari panic selling di BEI , juga bursa global akibat kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi sebagai dampak penyebaran virus korona.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN