Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

KOPI PAGI

IHSG Tembus 6000, What Next?

Selasa, 15 Desember 2020 | 06:44 WIB
Oleh Hari Prabowo

Investor.id – Level psikologis 6000 berhasil ditembus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, kemarin, setelah sekian lama ditinggalkan akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19).

Pada penutupan perdagangan Senin (14/12/2020), IHSG naik 1,25% dan ditutup pada level 6012. Jika dihitung sejak awal tahun 2020 IHSG masih minus 4,56% dimana pernah mencapai level tertinggi 6348 dan terendah 3911.

Tahun 2020 merupakan tahun "ujian" bagi investor karena adanya virus corona yang menyebar secara eksponensial dan membuat semua negara berjibaku untuk membangun ekonominya yang rusak akibat pandemi. Harga saham rontok yang membuat investor galau, apalagi yang belanja di awal tahun kemungkinan portfolionya pernah mengalami potential loss lebih 30% karena IHSG sempat anjlok parah pada Maret 2020 dipukul sentimen Covid-19.

Masa-masa sulit bagi investor sepertinya mulai berlalu. Ada seberkas cahaya menjelang akhir tahun ini seiring optimisme pasar terkait kemajuan perkembangan vaksin yang akan menjadi game changer dari masa pandemi. Saham-saham cepat berbalik arah (reversal), bahkan rebound saham ada yang melebihi harga awal tahun. Ya, inilah bursa saham yang segala kemungkinan bisa saja terjadi.

Hikmah yang sangat terasa di saat pandemi ini adalah pertumbuhan investor lokal yang signifikan diikuti naiknya nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI). Jadi dalam kesulitan selalu ada hikmah dan peluang yang baik.

Kini bagaimana kelanjutan pergerakkan IHSG sampai akhir tahun yang tinggal 10 hari perdagangan nanti? Saya punya punya perhitungan dan analisa bahwa dengan dukungan harga komoditas terutama pertambangan, stabilnya nilai rupiah, serta dorongan Window Dressing, maka IHSG berpotensi naik antara 3% - 5% sehingga akan menutup akhir tahun pada level 6192 - 6312.

Hari ini saya coba sertakan menu saham PGAS, TLKM, ADRO, ELSA, PSSI, ISSP buat trading sampai akhir pekan. Berharap sisa akhir tahun ini tidak ada kejadian yang luar biasa yang bisa mengganggu pemulihan ekonomi.

*** Hari Prabowo, Ketua LP3M INVESTA dan pengamat pasar modal.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN