Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Diskusi dengan tema Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen, diselenggarakan oleh OJK Watch di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (16/7)

Diskusi dengan tema Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen, diselenggarakan oleh OJK Watch di Gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (16/7)

Indonesia Pasar yang "Seksi" untuk Bisnis Fintech

Selasa, 16 Juli 2019 | 18:51 WIB

Jakarta – Indonesia, negara dengan populasi terbesar ke-4 dunia, setelah Tiongkok, Amerika, dan India menjadi pasar yang sangat "seksi" bagi bisnis fintech. Dalam periode 2017 hingga 2018, nilai transaksi dari industri fintech naik 700 persen.

"Pada 2017 jumlah dana yang ditransaksikan dari fintech sekitar Rp 2,56 triliun dan dalam tempo satu tahun, yakni pada 2018 menjadi Rp 22,67 triliun, atau naik sekitar 700 persen," kata Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi dalam diskusi dengan tema Mencari Format Fintech yang Ramah Konsumen, yang diselenggarakan oleh OJK Watch, di Jakarta, Selasa (16/7).

Menurut Inarno,  dengan pertumbuhan seperti ini, industri fintech dapat berkontribusi besar untuk meningkatkan inklusi keuangan dalam negeri. "Fintech punya potensi besar dan berkontribusi meningkatkan inklusi keuangan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Inarno mengingatkan terkait keberadaan perusahaan fintech ilegal yang meresahkan masyarakat. Ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kesadarannya dalam bertransaksi menggunakan fintech  resmi dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menuturkan, masyarakat dapat mengetahui fintech yang resmi dengan melihat situs di OJK. "Daftarnya sudah ada di website OJK, silakan masyarakat mengeceknya," terangnya. (ls)

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN