Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bitcoin. Foto: IST

Ilustrasi bitcoin. Foto: IST

Iran Larang Penambangan Bitcoin

Kamis, 27 Mei 2021 | 07:27 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Pemerintah Iran mengumumkan larangan penambangan bitcoin dan cryptocurrency lainnya. Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengumumkan Rabu (26/5/2021) waktu setempat, ketika para pejabat menyalahkan proses penambangan bitcoin yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah kota di Iran.

Larangan itu berlaku segera dan akan diberlakukan hingga 22 September, kata Rouhani kepada TV pemerintah, sebagai tanda terbaru penolakan profil tinggi terhadap mata uang digital populer tersebut.

Ibu kota Iran, Teheran, dan beberapa kota besar lainnya telah menghadapi beberapa kali pemadaman listrik harian selama beberapa bulan terakhir, dan para pejabat menyalahkannya pada kekurangan gas alam, kekeringan berkepanjangan yang melumpuhkan pembangkit listrik tenaga air di negara itu, seiring peningkatan penambangan bitcoin yang membutuhkan banyak energi.

Dan mayoritas konsumsi energi dari penambangan bitcoin berasal dari penambang ilegal, atau mereka yang beroperasi tanpa lisensi, kata pejabat pemerintah.

Pada bulan Januari, polisi Iran menyita hampir 50.000 mesin penambangan bitcoin yang menggunakan listrik bersubsidi secara ilegal. Para penambang telah mengonsumsi 95 megawatt per jam dengan tarif murah yang disubsidi negara, menurut perusahaan listrik milik negara Tavanir.

Pemerintah Iran mengatakan bahwa 85% penambangan bitcoin di negara itu dilakukan secara ilegal. Negara berpenduduk 82 juta itu adalah rumah bagi 50 tambang pertambangan berlisensi, yang menggunakan total tenaga 209 megawatt, kata Tanavir, Rabu.

Cryptocurrency, yang mencapai rekor harga tertinggi pada bulan April di atas $ 63.000 per koin, telah mendapat kecaman akhir-akhir ini karena intensif energi di balik produksinya dan akibatnya biaya lingkungan. Penambang Bitcoin menggunakan komputer yang dibuat khusus untuk menyelesaikan persamaan matematika kompleks yang secara efektif memungkinkan transaksi bitcoin untuk dilalui.

Para penambang dihargai atas upaya mereka dalam mata uang digital. Namun, seluruh proses ini membutuhkan banyak energi karena jumlah daya yang digunakan oleh komputer. Iran tercatat sebagai salah satu di antara 10 negara penambang bitcoin teratas.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN