Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Olahraga yang bisa dilakukan di rumah/IST

Olahraga yang bisa dilakukan di rumah/IST

Konsep Olahraga di Rumah Versi Dekan FKOR UNS

Listyorini, Rabu, 8 April 2020 | 19:32 WIB

JAKARTA, Investor.id – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), imbauan untuk tetap tinggal di rumah kini sudah menjadi "kewajiban" karena semua warga Indonesia berkomitmen untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Viral di berbagai whatsapp group (WAG) menginformasikan tentang bagaimana banyak orang mengisi waktunya dengan makan, tidur, berjemur, makan lagi, tidur lagi....dan chatting di media sosial. Tak heran banyak yang mengeluhkan berat badannya naik selama tinggal di rumah saja.

Padahal, untuk menangkal Covid-19 sangat diutamakan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Selain minum vitamin, makan bergizi, istirahat yang cukup, sering cuci tangan untuk menjaga kebersihan, olah raga sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran.

Dekan Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta, Dr Sapta Kunta, M.Pd menyarankan untuk tetap banyak olahraga agar tetap sehat, meski dilakukan di rumah.

Ia menawarkan olahraga di rumah dengan konsep FITT, yakni frekuensi, intensitas, tipe olahraga, dan time (waktu). "Berolahraga itu bisa dengan banyak model yang dapat kita lakukan. Jadi, intinya adalah berolahraga sesuai dengan konsep yaitu panduannya adalah FITT," ujar Dr. Sapta, seperti dikutip dari laman resmi Universitas Sebelas Maret (UNS).

Olahraga untuk lansia

1. OR yang sifatnya aerobik.

Frekuensi: 5 kali dalam sepekan

Rentang waktu: 15-30 menit saja tiap hari.

Aerobik berhubungan dengan denyut nadi. Ada pun, denyut nadi yang disarankan adalah 60-70% dari denyut nadi maksimal. Denyut nadi maksimal sendiri adalah 220 dikurangi dengan usia masing-masing.

2. OR yang dapat memanfaatkan alat seperti sepeda statis, atau bisa juga hanya dengan jalan di tempat, dan juga mencari referensi lain di YouTube yang sifatnya aerobik.

3. Melakukan gerakan-gerakan yang intensitasnya rendah namun dilakukan secara berkelanjutan. "Intinya adalah gerakan-gerakan yang intensitasnya rendah dan dilakukan kontinu, bisa 15 menit sampai 30 menit dan itu dilakukan seminggu tidak kurang dari 150 menit artinya kalau 30 menit ya dilaksanakan 5 kali dalam seminggu," jelas Dr. Sapta.

Olahraga untu Anak Muda

1. Olahraga dengan latihan Tabata.

Olahraga tabata adalah jenis aktivitas fisik yang diperkenalkan oleh dr. Izumi Tabata, seorang ilmuwan Jepang dari National Institute of Fitness and Sport di Kagoshima.

Tabata merupakan versi improvisasi dari olahraga High Intensity Interval Training (HIIT) untuk meningkatkan kebugaran dan performa olahraga, yang biasanya menggabungkan berbagai latihan kardio, latihan kekuatan, dan sebagainya dalam satu waktu.

Latihan Tabata ini secara klasik, intensitasnya adalah melakukan aktivitas 20 detik dan istirahat selama 10 detik. Aktivitas yang dilakukan selama 20 detik tersebut, terwujud dalam 8 jenis latihan seperti sirkuit.

- Gerakan 1 dilakukan selama 20 detik dan begitu seterusnya dengan intensitas yang tinggi dan berselang-seling. Hal ini apabila dilakukan bersama keluarga akan lebih mengasyikkan.

Dr Sapta menyarankan, sebelum melakukan olahraga di rumah, jangan lupa diawali dengan pemanasan yakni gerakan-gerakan ringan untuk meningkatkan suhu tubuh selama 3-5 menit. Barulah dilanjutkan dengan latihan inti. Hal terakhir yang tak boleh terlewatkan adalah melakukan pendinginan.
 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN