Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengurus Pusat LPER melakukan kunjungan ke UMKM binaannya, Abia Art di Klaten, Jawa Tengah. Sebagian besar UMKM masih mengeluhkan masalah permodalan untuk mengembangkan usahanya/ IST.

Pengurus Pusat LPER melakukan kunjungan ke UMKM binaannya, Abia Art di Klaten, Jawa Tengah. Sebagian besar UMKM masih mengeluhkan masalah permodalan untuk mengembangkan usahanya/ IST.

LPER Perlu Kolaborasi dengan Pengusaha Besar

Listyorini, Rabu, 28 Agustus 2019 | 10:29 WIB

Jakarta, investor.id- Masalah permodalan masih menjadi problem laten bagi pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memenangkan persaingan pasar. Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) yang melakukan pembinaan terhadap UMKM merasa perlu berkolaborasi dengan pengusaha besar guna mengembangkan UMKM di Indonesia.

Usai menghadiri pengukuhan guru besar Prof Dr Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, pengurus pusat LPER mengadakan supervisi ke sejumlah UMKM binaannya, salah satunya Abia Art di Klaten, Jawa Tengah. Abia Art pernah mendapatkan dana hibah dari kementerian DIKTI melalui FEB Universitas Politeknik Negeri Semarang. 

Ketua LPER Klaten, Nurdin Subron menegaskan, sampai sekarang kendala utama untuk mengembangkan UMKM adalah permodalan. "Keterbatasan permodalan menyebabkan pengusaha sulit mendapat pasokan bahan baku, padahal permintaan ekspor terus meningkat," ungkapnya di Klaten, Selasa (27/8).  

Ketua Umum LPER Hario Tienmar mengatakan, UMKM perlu terus didorong untuk menjadi pelaku bisnis tangguh di Indonesia. Terlebih lagi, UMKM telah terbukti tahan banting terhadap krisis ekonomi dan mampu meningkatkan ekonomi perdesaan.

Hal senada diungkapkan Sekjen LPER Dr Francisca Sestri. Menurut dia, untuk mengatasi masalah utama UMKM yakni permodalan, LPER perlu berkolaborasi dengan pengusaha besar. "LPER perlu menggandeng perusahaan-perusahaan bersar untuk mendapatkan bantuan dana CSR (corporate social responsibility) agar masalah klise dari UMKM dapat terselesaikan," katanya yang saat kunjungan didampingi Ketua bidang Pelatihan dan Pengembangan Eka Mardiyanti dan Ketua Bidang Hubungan Kelembagaan LPER Sarwono Singorejo.

Fransisca Sestri menjelaskan, dengan adanya bantuan permodalan dari pengusaha besar, UMKM dapat meningkatkan usahanya hingga menembus pasar ekspor. Selain itu, UMKM juga dapat mengembangkan produknya sehingga makin inovatif dan marketable.

Dalam melakukan sepervisi terhadap UMKM binaannya, LPER juga didamping oleh Kepala Desa Jambukulon, Klaten, Joko Darsono. Joko optimistis bahwa industri kerajinan di desanya akan tumbuh, terutama pasar ekspor karena permintaan terus meningkat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA