Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pantai Gunung Payung, Bali, mempunyai pemandangan sangat eksotik yang biasa dipakai sebagai tempat pertunjukan. Pentas tari

Pantai Gunung Payung, Bali, mempunyai pemandangan sangat eksotik yang biasa dipakai sebagai tempat pertunjukan. Pentas tari "Lampah Nini" untuk launching We Love with Love akan di gelar di sini/IST

LAHIRNYA SEBUAH INISIATIF WE LOVE WITH LOVE

Menebar Kasih Lewat Pentas Seni

Senin, 11 Januari 2021 | 19:33 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

BALI - Pandemi virus corona (Covid-19) telah meluluhlantakan ekonomi dunia, termasuk Indonesia. Banyak yang terkena dampaknya, dari UMKM hingga pelaku seni. Yayasan We Love With Love menebar kasih untuk membantu insan yang terdampak pandemi lewat pentas seni.
    Memanfaatkan media digital Youtube, yayasan ini akan menggelar pentas seni yang diberi judul Lampah Nini yang menggambarkan kehidupan manusia, suatu perenungan dan penyembuhan dari kondisi terpuruk saat ini.
    Pentas tari ini sekaligus akan menjadi prosesi  acara Launching Yayasan We Love With Love secara virtual live streaming melalui channel YouTube We Love With Love langsung dari Bali pada hari Sabtu, 16 Januari 2021, jam 12.00 WITA.
    Pentas tari yang akan berlangsung selama satu jam  ini merupakan perpaduan pertama kalinya antara  seorang Maestro Tari Tradisional Bali Ni Ketut Arini yang berusia 77 tahun dan seorang Koreografer Kontemporer Muda I Komang Adi Pranata. Pentas tari yang sarat makna ini adalah sebuah perjalanan dan refleksi hidup manusia terutama di masa pandemi.
    We Love With Love lahir dari rasa cinta dan kasih sayang kepada Tanah Air dengan keragaman kesenian dan kebudayaan oleh pendirinya, Novi Rolastuti. Melihat banyak seniman dan pelaku usaha kecil kesulitan dalam ketidakpastian kapan pandemi berakhir, Novi mulai bergerak menggalang dana untuk mereka yang paling terdampak dari segi ekonomi.
    "Karya tari ini merupakan wujud introspeksi diri, kisah tentang perenungan manusia sebagai pejalan hidup yang diungkap dalam gerak tari," kata  Novi Rolastuti, dalam keterangan tertulisnya.
    Menurut dia, hidup adalah perjalanan. "Kita lahir dan tumbuh sebagai pejalan takdir dalam liku hidup yang tak tentu dan tak tertebak. Kita lahir, tumbuh dan berkembang, seperti benih yang dihempaskan angin di atas tanah. Benih-benih itu mulai mengenal dan berkawan dengan sekitarnya," ujarnya.
    Pentas tari tersebut bercerita tentang kehidupan, mulai dari anak-anak belajar mengucapkan salam, jujur dalam berucap, dan berani dalam bertindak. Pada saat bersamaan mereka bermain seperti lebah-lebah kecil yang sibuk mengitari bunga-bunga. Sang Ibu selalu ada bersamanya.
    Manusia mempunyai sifat keingintahuanya tentang dunia dan keajaibannya. Mewariskan nilai-nilai kehidupan. Hal itu membawa manusia pada kedewasaan yang penuh gairah. Sadar bahwa perjalanan hidup kadang tak mulus, sering berliku dan berkerikil.
    "Menghadapi kehidupan yang penuh ketidakpastian, yang kita butuhkan hening, untuk mengembangkan kesadaran. Biarkan kita kembali pada masa kanak kita yang penuh canda. Biarkan kita kembali pada Ibu dan cinta kasihnya," kata Novi menceritakan ringkasan pentas tari tersebut.

Mulai Mengepakan Sayap
    Bali merupakan awal pergerakan Yayasan We Love With Love mengepakkan sayapnya. Berdasarkan data BPS, perekonomian Bali tumbuh minus 12.28% dan berdampak bagi perekonomian masyarakat Bali, termasuk seniman dan para pengrajin UMKM.
    Berawal dari rasa keprihatinan terhadap situasi saat pandemi, Tim Yayasan We Love With Love menjelajahi Bali untuk bertemu dengan para pengrajin dan seniman. Tim We Love With Love mencari tahu kesulitan yang mereka temui selama pandemi. Rendahnya permintaan produk kerajinan, ketidaksiapan menjual secara online, dan sepinya panggung seni menjadi keluhan mereka.
    Sampai dengan saat ini, Tim We Love With Love telah bersilaturahmi kepada 12 pengrajin dan seniman. Menyaksikan secara langsung bagaimana mereka tetap tersenyum dan pantang menyerah dengan kondisi yang ada, serta melakukan berbagai macam terobosan untuk tetap bertahan.
    Bersyukur, warga Bali terlihat kesadaran untuk mencintai alam semesta, menyayangi lingkungan serta sesama justru makin tumbuh di kalangan mereka. Pandemi ini mengajarkan mereka untuk kembali mencintai alamnya dan sesamanya. Bagaimanapun situasi saat ini secara langsung maupun tidak langsung merupakan kontribusi dari kita sebagai penghuninya.
    Melalui digital aset yang telah dibangun,  We Love With Love membantu untuk menyebarkan informasi yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat luas mengenai kondisi para seniman dan pengrajin di Bali.
    Semua dokumentasi video kunjungan dan wawancara Tim We Love With Love pada pengrajin dan seniman di Bali bisa disaksikan lewat channel YouTube @WeLoveWithLove.
    Yayasan We Love With Love juga mengetuk pintu hati siapa saja, sebagai saudara dan sesama untuk membantu pengrajin dan seniman di Bali dalam bentuk apa pun.
    Bagi masyarakat Indonesia yang tergerak, bisa menyalurkan bantuan dengan berdonasi lewat situs www.welovewithlove.com atau langsung berbelanja produk lokal Bali. Dana yang masuk akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan dan mendukung pergerakan We Love With Love untuk terus menebarkan rahman rahim, kasih sayang, dharma dan metta ke seluruh Indonesia.

 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN