Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
The 30th Investor Gathering Bizcom Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) di Jakarta, Kamis (29/8/2019) mengambil tema Investment Strategy and Opportunity in Syariah Industry and Digital Era. Foto: Listyorini

The 30th Investor Gathering Bizcom Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) di Jakarta, Kamis (29/8/2019) mengambil tema Investment Strategy and Opportunity in Syariah Industry and Digital Era. Foto: Listyorini

Pasar Syariah Makin Hits

Listyorini, Kamis, 29 Agustus 2019 | 18:43 WIB

Jakarta, investor.id – Pasar ekonomi syariah di Indonesia makin hits dan terus berkembang seiring evolusi market muslim dimana syariah menjadi gaya hidup baru (hijrah the new way of life). Produk berlabel halal laku keras. Peluang ini dimanfaatkan oleh banyak starup yang memanfaatkan era digital untuk menggarap pasar syariah.

Kini bermunculan platform digital yang berbasis syariah karena melihat perubahan pandangan masyarakat muslim di Indonesia yang menyukai Muslim living friendly. Dari sewa penginapan, hotel, pendanaan, hingga produk kulkas pun diberi label halal.

Hal itu terungkap dalam The 30th Investor Gathering Bizcom Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) di Jakarta, Kamis (29/8/2019) yang mengambil tema Investment Strategy and Opportunity in Syariah Industry and Digital Era. Sharing discussion tersebut menampilkan pembicara, CEO Waqara Dino Pati Djalal, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkaray, Board of Advisor & Investment Committee PT Dana Syariah Indonesia Harjono Sukarno, GM of Business Roomme.id Iman Hanggautomo, CEO Alami Sharia Dima Djani, dan CEO and Founder Tamasia Muhammad Assad.

Menurut Iman Hanggautomo, Indonesia merupakan pasar yang sangat besar bagi ekonomi syariah mengingat penduduk muslimnya terbanyak di dunia. "Sebelum tahun 2010, pasar syariah masih tertidur. Tapi kini banyak yang masuk pasar syariah dan tahun 2019 sangat hits, bahkan kulkas pun ada diberi label syariah," kata Hanggautomo.

Revolusi menuju digitalisasi memicu tumbuhnya ekonomi digital syariah. Roomme.id, kata dia, masuk industri syariah untuk menggarap pasar properti dari mengelola gedung, sewa, hingga kos-kosan. "Tingkat hunian syariah dalam setahun ini naik 70% karena banyak orang tua yang mencari kos-kosan berbasis syariah untuk menghindari pergaulan bebas," katanya. Bahkan, hotel pun banyak yang memilih berbasis syariah dan ternyata pasarnya cukup besar.

Dino Pati Djalal, mantan Dubes RI di AS juga melihat peluang pasar tersebut. "Empat tahun setelah pensiun saya mulai bisnis starup di bidang umroh," katanya. Ia ingin mengembalikan citra bisnis umroh yang belakangan ini tercemar karena banyak kasus penipuan. "Industri ini mengalami crisis confidence sehingga saya menciptakan Waqara. Ini bukan travel agent tetapi market place, seperti Gojek untuk urusan umroh," katanya. Rencananya Waqara akan grand launching 20 September tahun ini.

Perlu Diperluas

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkaray mengatakan bahwa jangkauan ekonomi syariah berbasis digital masih perlu diperluas. "Ekonomi digital perlu dihadapi dan disiapkan karena jangkauannya masih di bawah 5 persen," kata dia.

Untuk itu, kata dia, perlu dibangun ekosistem ekonomi syariah yang dilakukan oleh setiap elemen, baik masyarakat, akademisi, media, regulator, dan bank syariah sendiri. Selain itu, perlu pemahaman pada masyarakat untuk bergabung dalam digital ekonomi, seperti mampu membuka rekening dan melakukan transaksi melalui perbankan syariah.

Menurut dia, salah satu alasan  mengapa masyarakat kurang berminat dengan bank syariah karena fitur dan pelayanan yang belum sama dengan standar bank konvensional. "Ini merupakan tantangan," kata dia.

Board of Advisor & Investment Committee PT Dana Syariah Indonesia Harjono Sukarno mengatakan, pihaknya menyediakan platform investasi halal di era digital. Nasabah bisa membeli, menyimpan, atau menjual emas dengan return yang sangat menarik karena harga emas terus meningkat.

CEO Alami Sharia Dima Djani menjelaskan, pihaknya memanfaatkan era digital untuk menggarap bisnis anjak piutang berbasis syariah. "Kami memberikan dana talangan untuk yang butuh modal dengan prinsip syariah, " jelasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA