Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala BPOM Dr  Ir  Penny Lukito, MCP ketika memberikan sambutan dalam pengukuhan pengurus GP Jamu periode 2020-2024, pada 15 Juli 2020.

Kepala BPOM Dr Ir Penny Lukito, MCP ketika memberikan sambutan dalam pengukuhan pengurus GP Jamu periode 2020-2024, pada 15 Juli 2020.

Pengurus Baru GP Jamu Dikukuhkan

Rabu, 15 Juli 2020 | 18:40 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Virus corona (Covid-19) yang menyebar secara eksponensial menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan. Ini merupakan peluang bagi pengusaha jamu untuk mengembangkan usahanya.

Pengusaha jamu perlu bekerjasama lebih erat lagi dengan pemerintah, dan mengedukasi masyarakat dengan merujuk pada imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa untuk menghadapi Covid-19 perlu meningkatkan imunitas tubuh melalui konsumsi suplemen berbahan herbal/jamu.

Hal itu diungkapkan Dwi Ranny Pertiwi Zarman, Ketua Umum GP Jamu periode 2020-2024, ketika mengukuhkan pengurus baru organisasi tersebut. Menurut dia, industri jamu memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia.

"Jamu merupakan warisan budaya secara turun-temurun. Pengembangan industri memberikan peluang bisnis dari sisi ekonomi, dan mengangkat martabat bangsa Indonesia," kata Dwi Ranny.

Menurut PR GP Jamu, Dr Francisca Sestri, pengukuhan pengurus yang berlangsung 15 Juli 2020 itu, dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom. Tema besar yang diusung adalah "Sinergi Industri Jamu dengan Pemerintah dalam Masa Pandemi Covid-19."

Ketua Umum GP Jamu periode 2020-2024, Dwi Ranny Pertiwi Zarman
Ketua Umum GP Jamu periode 2020-2024, Dwi Ranny Pertiwi Zarman

Sementara itu, Perwakilan Ditjen Kesehatan Bidang  Farmakes Dr. Agustini Banun Saptaningsih, mengapresiasi para pengusaha jamu untuk terus bersinergi dengan pemerintah agar kekayaan flora Indonesia bisa dimanfaatkan sebagai obat tradisional.

Kementerian Kesehatan, kata dia, mendukung pusat pengelolaan pasca-panen tanaman obat (P4TO). "Ini menjadi salah satu bentuk nyata pemerintah mendukung industri dan pelaku usaha jamu di Indonesia," tambahnya.

Apresiasi juga diberikan oleh regulator dan pengawasan peredaran makanan minuman dan obat-obatan. Kepala BPOM Dr Ir Penny Lukito, MCP mengajak bekerjasama agar GP Jamu juga menjadi mitra kerja para UMKM.

Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mendorong daya saing produsen jamu sehingga produk mereka mampu bersaing di tingkat internasional. Kuncinya adalah gotong royong antara pengusaha jamu, pemerintah, dan masyarakat agar lebih mencintai produk Indonesia.

Langkah nyata dari dukungan BPOM untuk industri jamu, antara lain dengan memberikan izin edar sejumlah 147 obat tradisional dan katagori farmaka pada 2020. Disamping itu, BPOM juga membuka konsultasi dan registrasi pendaftaran  produk secara online.

Acara pengukuhan pengurus GP Jamu periode 2020-2024 dihadiri oleh para penasihat dan pakar jamu, antara lain Dr. Martha Tilaar pendiri Sari Ayu, Prof Jaya Suprana pendiri Jamu Jago, Prof Dr Agus Purwodiono, Dipl.Ing Thomas Hartono pendiri Jamu Leo, dan Dr. Bayu Krisna Murti (Wamen Perdagangan 2010-2014) yang pernah memfasilitasi gelar "Jamu Brand Indonesia" di Istana Negara tahun2008.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN