Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Murbanto Sinaga dalam seminar

Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Murbanto Sinaga dalam seminar "Peluang dan Tantangan Ekonomi Siantar-Simalungun 2020" yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Cabang Siantar bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonnesia Siantar, belum lama ini/Listyorini.

PERTUMBUHAN EKONOMI STAGNAN

Siantar- Simalungun Perlu Buat Terobosan

Listyorini, Kamis, 5 Maret 2020 | 15:24 WIB

JAKARTA, Investor.id - Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang nyaris stagnan, jajaran pemerintah di Pemkot Siantar dan Pemkab Simalungun perlu membuat terobosan untuk menstimulasi percepatan pembangunan. Pemerintah harus punya diskresi, dan kreativitas untuk menjawab tantangan ekonomi.

Hal itu diungkapkan oleh Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Murbanto Sinaga dalam seminar "Peluang dan Tantangan Ekonomi Siantar-Simalungun 2020" yang diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi (ISEI) Cabang Siantar bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonnesia Siantar, belum lama ini. Selain Murbanto Sinaga, pembicara lain dalam seminar tersebut adalah Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Wiwiek Sisto Widayat, perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatera Utara yang Sujatmiko, dan perwakilan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Renny Maisyarah. Seminar dibuka oleh Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM.

Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir (2011-2018), pertumbuhan ekonomi Kota Siantar mengalami penurunan setiap tahunnya, yakni 6,8% pada 2011 menjadi 4,8% pada 2018. Hal yang sama juga dialami Kabupaten Simalungun yang bertumbuh sebesar 5,96% (2011) menjadi 5,18% pada 2018. “Perlu terobosan untuk membangkitkan kembali ekonominya,” katanya.

Posisi Kota Pematangsiantar sebagai gerbang kawasan Pantai Barat dan Kawasan Danau Toba, kata dia, sangat strategis dalam menunjang tercapainya titik tumbuh ekonomi serta distribusi barang dan jasa. “Dengan terhubungnya Medan- Siantar – Prapat pada 2020, Sinatar dapat berfungsi sebagai kota jasa perhotelan, dan kuliner untuk wisatawan yang akan berkunjung ke Danau Toba,” ujarnya.

Menurut Murbanto Sinaga, Pemkot Siantar dan Pemkab  Simalungun perlu mengundang investor swasta karena keterbatasan APBD. Pasalnya, tidak semua barang atau pelayanan publik bisa disediakan oleh pemerintah daerah. “Investasi swasta sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Pertumbuhan ekonomi yang rendah, ujar dia, tak lepas dari minimnya pengambilan inisiatif jajaran Pemkot Siantar dan Pemkab Simalungun dalam proses perencanaan pelaksanaan pembangunan daerah. Langkah tersebut sangat diperlukan untuk merangsang peningkatan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja baru.

Kemudahan proses perizinan maupun segala urusan pelayanan publik di jajaran Pemkot Siantar harus diperbaiki agar mudah, murah dan cepat untuk merangsang investasi. Minimal sesuai dengan Standar Minimal Pelayanan Publik yang diterbitkan oleh Kemenpan dan Pemberdayaan Aparatur Negara.

Peluang investasi yang layak ditawarkan, kata dia, antara lain lapangan usaha yang kontribusinya besar terhadap PDRB. “Perlu lebih kreatif dalam mengelola dan mengembangkan potensi daerah,” katanya. Terlebih lagi pada era globalisasi dan teknologi informasi telah membawa dampak pasar bebas dan non-fisik yang menuntut kreatvitas dan kesiapan jajaran pemerintah daerah, dalam hal ini Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun.

Potensi daerah yang masih berpeluang untuk dikembangkan, antara lain komoditas berdasarkan pada kekhasan daerah dan (endogenous development) dengan menggunakan potensi sumberdaya manusia yang ada.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN