Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Analis teknikal, Joe Lee (kiri), dan Ketua LP3M Investa Hari Prabowo ketika memberikan edukasi tentang potensi window dressing kepada komunitas Investa.

Analis teknikal, Joe Lee (kiri), dan Ketua LP3M Investa Hari Prabowo ketika memberikan edukasi tentang potensi window dressing kepada komunitas Investa.

Simak! Saham yang Berpotensi Window Dressing

Minggu, 8 November 2020 | 11:49 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Pengujung tahun merupakan musim window dressing untuk memperbaiki portfolio manajer investasi (MI). Saham-saham blue chips,yang umumnya menjadi pegangan MI, menjadi target window dressing.

“Saham blue-chips dan saham BUMN berpotensi terjadi window dressing, karena manajemen emiten juga ingin memiliki repor yang bagus,” kata analis teknikal dari Komunitas Investa, Joe Lee, ketika memberikan sharing edukasi pada komunitas investor, belum lama ini.

Alasan lain dilakukannya window dressing, kata Joe Lee, adalah untuk menunjukkan kinerja melalui laporan keuangan. “Manajemen BUMN umumnya juga ingin menunjukkan harga sahamnya yang wajar di bursa,” ujarnya.

Waktu window dressing memang tak pernah diketahui kapan mulainya, tetapi dalam tiga hari ini, saham-saham blue-chips dan saham-saham BUMN naik signifikan, seiring kenaikan bursa global menyambut kemenangan Joe Biden.

Menurut Joe Lee, momentum pasar bullish yang didorong oleh euforia pilpres AS, pertumbuhan PDB Indonesia yang sesuai ekspektasi, data ekonomi di berbagai negara yang menunjukkan ekspansi manufaktur yang tercermin pada indeks PMI (purchasing managers index), dan kenaikan harga komoditas, menjadi katalis window dressing bagi sejumlah emiten.

Window dressing adalah strategi yang digunakan oleh reksa dana dan manajer portofolio lainnya menjelang akhir tahun atau kuartal untuk meningkatkan penampilan kinerja reksa dana sebelum mempresentasikannya kepada klien atau pemegang saham

Ia menjelaskan, window dressing memang tidak terjadi pada semua saham, mungkin hanya sebagian dari jumlah emiten yang listing di Bursa Efek Indonesia.

“Mungkin yang bisa diperhatikan investor untuk memilah saham-saham yang berpotensi terjadi window dressing antara lain saham yang mempunyai fundamental bagus dan secara year to date (YTD), harganya sudah rendah dibandingkan rata-rata dalam tahun ini,” ujarnya.

Saham-saham tersebut bisa dari kategori blue chip, baik dari BUMN maupun emiten yang dikendalikan oleh grup besar. Saham-saham tersebut mempunyai bobot perhitungan terhadap IHSG yang tinggi, termasuk saham perbankan papan atas.

Saham blue chip, kata dia, juga menjadi komposisi utama portofolio para Reksa Dana sehingga MI memiliki kepentingan untuk ikut mendorong terjadinya window dressing atas saham.

Menurut dia, saham-saham yang layak dicermati untuk potensi window dressing:

1. Perbankan: BBRI, BBNI, BMRI, BBTN.

2. Saham, BUMN karya: ADHI, WIKA, PTPP, WSKT. Saham ini biasanya mulai ada pergerakan di kuartal IV.

3. Saham pertambangan: ANTM, TINS

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN