Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming

Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming

Soal Jiwasaraya, Hipmi Ingatkan Serangan Balik Koruptor

Listyorini, Senin, 13 Januari 2020 | 11:06 WIB

JAKARTA, Investor.id —Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mendukung langkah-langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Tohir dalam membersihkan PT Jiwasaraya dari korupsi. Meski demikian, Hipmi mengingatkan agar Erick berhati-hati. Sebab para koruptor sedang melakukan serangan balik.

“Hipmi sebagai lembaga mendukung sepenuhnya langkah-langkah Menteri BUMN dalam melakukan aksi bersih-bersih di BUMN khususnya dalam mengusut dugaan tindakan koruptif di PT Jiwasaraya,” ujar Ketua Umum BPP Hipmi Mardani H Maming di Jakarta, seperti rilis yang dikirim Senin (13/1/2020).

Indonesia, kata Maming, membutuhkan ikon-ikon korporasi nasional yang sehat dan kompetitif, khsususnya BUMN. Sebab, korporasi-korporasi tersebut sangat strategis untuk menjaga citra industri terkait, iklim investasi, dan perekonomian nasional. “Kita perlu menjaga citra industri terkait (perasuransian). Sebab itu, pengelolaan korporasi harus mengikuti kaidah-kaidah good corporate governance (GCG) dan best practice,”ujarnya.

Menurut Maming, aksi Erick dalam mengusut kasus Jiwasaraya sedang mendapat perlawanan dari aktor-aktor koruptor. Hal itu terlihat dari narasi yang diciptakan akhir-akhir ini. “Akhir-akhir ini kami lihat ada narasi yang diciptakan, untuk menyerang balik Erick. Padahal Erick baru jadi Menteri dan beliau yang mengangkat masalah ini. Yang mengangkat isu ini malah dituding sebagai peraih manfaat,” katanya.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA