Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Grup Perumusan dan Implementasi KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara, Ibrahim dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Selasa (17/11/2020).

Kepala Grup Perumusan dan Implementasi KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara, Ibrahim dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Selasa (17/11/2020).

Tahun 2020, Ekonomi Sumut Berpeluang Tumbuh Positif

Selasa, 17 November 2020 | 22:36 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Ekonomi Provinsi Sumatera Utara tahun 2020 berpeluang tumbuh positif dengan prakiraan minus 1% sampai 1% (yoy). Kondisi ini cukup menggembirakan di tengah penurunan ekonomi dunia yang dilanda resesi akibat pandemi virus corona (Covid-19).

"Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan ekonomi dunia akan terkontraksi (minus) 4,4% pada tahun 2020. Perbaikan ekonomi di triwulan IV-2020 akan menjadi penentu pemulihan ekonomi," kata Kepala Grup Perumusan dan Implementasi KEKDA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sumatera Utara, Ibrahim dalam webinar yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Selasa (17/11/2020).

Webinar tersebut merupakan pembukaan dari rangkaian webinar Sisi Batas Labuhan, dengan tema ”Menumbuhkan Optimisme di Tengah Perbaikan Ekonomi”. Selain Ibrahim, webinar tersebut juga menghadirkan pembicara Chief Economist Bank Permata Tbk, Joshua Pardede.

Dari kajian KPw BI Provinsi Sumatera Utara, pada triwulan III 2020 ekonomi Sumut tercatat -2,60% (yoy), sedikit membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi -2,66%(yoy). Namun, angka tersebut masih lebih baik dibandingkan nasional -3,49%(yoy) meski dibawah kawasan Sumatera sebesar -2,2%(yoy).

Dari sisi permintaan, perbaikan ekonomi didorong oleh kontraksi impor sebagai faktor pengurang PDRB yang mengalami kontraksi lebih dalam. Dari sisi penawaran, setor perdagangan dan transportasi tumbuh membaik sejalan dengan masuknya periode adaptasi kebiasaan baru yang mendorong aktivitas ekonomi kembali meningkat.

Berdasarkan asesmen KPwBI Provinsi Sumatera Utara, beberapa lapangan usaha yang dapat didorong untuk dibuka karena memiliki resiko penularan Covid-19 kecil dan memiliki dampak ekonomi tinggi. Sektor tersebut antara lain, pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan, industri pengolahan, perdagangan besar eceran, informasi dan komunikasi, serta administrasi dan pemerintahan.

KPw BI Provinsi Sumatera Utara memprakirakan outlook perekonomian 2021 menguat seiring dengan pulihnya ekonomi. Faktor pendorongnya adalah kenaikan permintaan domestik dan eksternal.

Ekspor pada tahun 2021 diprediksi meningkat seiring membaiknya aktivitas industri hilir di negara tujuan utama menyusul penurunan Covid-19.

Percepatan pembangunan pemerintah dan swasta yang sempat melambat/tertunda di tahun 2020 akibat Covid-19 diharapkan dapat mendorong perbaikan invetasi. Selain itu, program bantuan sosial diprediksi akan menopang konsumsi rumah tangga.

Mendorong Permintaan

Sementara itu, Josua Pardede menekankan perlunya mendorong permintaah untuk mempercepa pemulihan ekonomi termasuk di Provinsi Sumatera Utara. Selain itu, UMKM perlu diberi dukungan karena menyerap tenaga kerja.

Beberapa strategi pemulihan sektor industri dan UMKM daerah dengan antara lain memberikan stimulus dan subisidi bunga kredit UMKM, serta memberlakukan kebijakan restrukturisasi kredit.

Selain itu, UMKM perlu didorong untuk melakukan inovasi dan shifting ke digital economy. Bantuan sosial, kata Josua, dalam meningkatkan daya beli. "Ini bisa dilakukan dengan menyiapkan stimulus APBD yang paralel dengan dana desa seperti padat karya tunai," katanya.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN