Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aplikasi TikTok

Aplikasi TikTok

TikTok Ekspansi Besar-besaran

Listyorini, Minggu, 10 Mei 2020 | 13:21 WIB

JAKARTA, Investor.id – Salah satu aplikasi yang saat ini sedang booming di berbagai dunia adalah TikTok. Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), TikTok menjadi hype pengguna internet masa kini.

Berdasarkan aplikasi Sensor Tower, TikTok telah diunduh lebih dari 2 miliar kali. Kini, aplikasi yang dimiliki oleh raksasa teknologi Tiongkok ByteDance melakukan ekspansi besar-besaran, merekrut pekerja bidang teknologi informasi di berbagai negara dengan gaji yang menggiurkan.

Banyak pakar media sosial menyebut TikTok sebagai The Next Big Thing? Aplikasi ini telah membuat banyak anak-anak dan remaja kecanduan, terlebih saat banyak orang harus tinggal di rumah, TikTok menjadi hiburan yang menyenangkan.

TikTok juga dikenal sebagai Douyin yang artinya video pendek, tempat orang berbagi klip pendek hingga 15 detik. Penuh dengan orang yang melakukan sinkronisasi bibir, tarian, trik, dan berbagai hal lain yang berpotensi menjadi viral. Aplikasi ini diluncurkan pada September 2016 oleh Zhang Yiming, pendiri Toutiao.

Menurut analisis LinkedIn, halaman karier perusahaan, TokTok sedang melakukan rekrutmen besar-besaran. London menjadi satu-satunya kota di benua Eropa di mana TikTok saat ini merekrut insinyur untuk membangun fitur baru aplikasinya.

"Mereka sedang melakukan perekrutan besar-besaran," kata seorang pekerja teknologi di London yang didekati oleh perekrut TikTok. Gaji yang ditawarkan sangat menggoda staf dari perusahaan seperti Google dan Facebook, menurut analisis di LinkedIn.

CNBC menghubungi TikTok tetapi perusahaan menolak berkomentar.

Aplikasi TikTok adalah versi internasional dari aplikasi lokal ByteDance, Douyin. Pada 2017. ByteDance membeli aplikasi saingan AS bernama Musical.ly sekitar $ 1 miliar dan akhirnya menggabungkannya dengan TikTok. Dalam tempo singkat, valuasi TikTok kini ditaksir sudah mencapai ratusan miliar.

Aplikasi yang sedang booming ini mendirikan kantor di 41 negara, menurut situs webnya. Di Eropa, TikTok juga memiliki kantor di Paris, Berlin dan Dublin.

TikTok tidak mengungkapkan berapa banyak orang yang dipekerjakannya, tetapi LinkedIn menunjukkan memiliki 2.948 karyawan di seluruh dunia. Ini mungkin sedikit lebih tinggi dari jumlah yang sebenarnya. Saat ini sedang merekrut 824 pekerjaan lain di seluruh dunia, menurut situs karir resminya. Untuk London, diperkirakan TikTok merekrut 117 pekerja, melebihi kota lainnya.

Situs web karir TikTok menunjukkan bahwa perusahaan saat ini mencari insinyur jurusan mesin yang memimpin untuk mengawasi kepercayaan dan keselamatan, serta insinyur iOS, insinyur perangkat lunak, insinyur solusi teknologi, dan merekrut manajer produk di London untuk mengawasi Eropa.

Gaji Kompetitif

TikTok bersedia membayar insinyur mesin untuk posisi utama dengan gaji pokok tahunan sebesar £ 200.000 (US$ 246.000), menurut seorang pekerja teknologi yang mengklaim telah didekati oleh prekrut TikTok.

Iklan TikTok juga mencari pekerja dari Mountain View (di mana Google berkantor pusat), 91 berada di Los Angeles, 61 berada di New York, dan 60 berada di Singapura.

Kantor-kantor di Singapura, Dublin, dan Mountain View dikenal sebagai apa yang disebut TikTok sebagai pusat kepercayaan dan keselamatan aplikasi, dan di sinilah pengaturan video yang diposting di platform TikTok.

Selain itu, perusahaan tersebut juga merekrut orang yang paham tentang kebijakan, yang berhubungan dengan pemerintah, serta paham tentang aturan dan hukum.

London adalah kota global dengan universitas kelas dunia terdekat seperti Imperial College London, University College London, Oxford, dan Cambridge. Raksasa teknologi AS. seperti Google, Facebook, Amazon, dan Twitter telah mendirikan kantor mewah dan besar di kota ini.

TikTok telah merekrut sejumlah staf dari perusahaan-perusahaan ini, menurut analisis LinkedIn. Pada bulan Desember, veteran Google Theo Bertram meninggalkan raksasa pencarian dan bergabung dengan TikTok sebagai direktur hubungan pemerintah dan kebijakan publik untuk Eropa.

Di tempat lain, Ross Baron meninggalkan peran utama perekrutannya di Facebook Maret lalu untuk menjadi kepala perekrutan TikTok untuk Eropa Barat.

Ada beberapa contoh lain orang meninggalkan perusahaan dari Silicon Valley untuk bergabung dengan TikTok di London.

Keputusan TikTok untuk menjadikan London sebagai pusat utama di Eropa sangat tepat, kata pendiri Tech London Advocates, mengatakan kepada CNBC. “Kota ini adalah rumah bagi beberapa talenta digital terbaik di dunia, badan lembaga akademik dan penelitian yang tak tertandingi, dan pemerintah yang telah menetapkan agendanya sebagai yang sepenuhnya mendukung inovasi dan pertumbuhan dalam ekosistem teknologi,” katanya.

Ancaman Keamanan

TikTok yang kini sangat populer itu tengah bergulat dengan sejumlah masalah keamanan data. November lalu, pemerintah AS meluncurkan ulasan keamanan nasional tentang akuisisi ByteDance untuk Musical.ly. Pemerintah AS dikatakan prihatin bahwa perusahaan Tiongkok mungkin menyensor konten yang sensitif secara politik dan khawatir tentang bagaimana data pengguna disimpan.

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN