Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mentor Komunitas Investa, Dwi Tjahjo Purnomo,  ketika memberikan pengarahan cara membaca hasil riset Ichimoku,

Mentor Komunitas Investa, Dwi Tjahjo Purnomo, ketika memberikan pengarahan cara membaca hasil riset Ichimoku,

Trading Saham Harus SaDis

Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:04 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Di tengah pergerakan harga saham yang sangat fluktuatif saat ini, trading saham harus SaDis (sabar dan disiplin). Harus membuat perencanaan strategis yang matang agar tidak mudah terjebak oleh permainan market maker yang membuat harga saham bergerak liar seperti roller coaster.

 "Harus ditentukan tujuan trading apakah untuk horison jangka panjang atau jangka pendek, karena masing-masing strateginya berbeda," kata salah satu mentor Komunitas Investa, Dwi Tjahjo Purnomo ketika memberikan pengarahan cara membaca hasil riset Ichimoku, kemarin.

Ichimoku Cloud, juga dikenal sebagai indikator Ichimoku Kinko Hyo adalah indikator trading manual yang serbaguna, yang juga dapat mengidentifikasi support dan resistance, mengidentifikasi arah tren, mengukur momentum, dan menyediakan sinyal trading.

Menurut Dwi Tjahjo, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam strategi SaDis:

1. Gunakan trading strategi yang telah dibuat. Apakah saham tersebut diperuntukkan untuk trading atau untuk investasi jangka panjang.

2. Hindari FOMO (fear of missing out) yaitu mengejar harga karena takut ketinggalan sehingga akhirnya membeli saham pada harga pucuk.

4. Hindari JOMO (joy of missing out). Tidak berani cut loss karena menganggap harga saham itu akan mengalami kenaikan kembali, meskipun lagi dalam tren penurunan.

5. Catat semua transaksi. Langkah ini sangat diperlukan untuk introspeksi diri, mengetahui kegagalan dan keberhasilan.

6. Lakukan backtesting untuk mengukur kemenangan. Misalnya membeli saham tertentu kenaikannya dibandingkan dengan indeks LQ 45 dan lainnya. Jika kenaikannya lebih tinggi berarti strategi yang dibuat bisa menjadi langkah untuk trading berikutnya.

Mentor Komunitas Investa, Dwi Tjahjo Purnomo,  ketika memberikan pengarahan cara membaca hasil riset Ichimoku,
Mentor Komunitas Investa, Dwi Tjahjo Purnomo, ketika memberikan pengarahan cara membaca hasil riset Ichimoku,

Ia menegaskan, tujuan trading adalah meraih profit dari naik turunnya harga saham dengan menggunakan alat bantu tertentu dan dalam jangka watu tertentu juga. "Jadi kalau niatnya trading harus disiplin, kalau salah posisi beli harus berani cut loss. Jangan kalau posisi salah kemudian berubah ingin menjadi investor jangka panjang," kata dia.

Profit dalam trading didapat dari capital gain (selisih dari kenaikan harga jual dan harga beli), serta dividen. Untuk mendapat untung dari saham ada 4 kelompok:

1. Untung besar.

2. Untung kecil

3. BEP (break event point)

4. Rugi kecil

5. Rugi besar.

"Yang perlu dihindari adalah rugi besar karena tidak berani cut loss. Jangan sampai tahan rugi besar, tetapi grogi kalau untung besar," kata dia.

Untuk itu, setiap pemodal perlu memahami horison investasi, time allocation, tools, dan psikologi yakni FOMO dan JOMO.

Menurut dia, investor sering salah dalam melihat analisa teknikal. "Analisa teknikal itu berguna untuk memprediksi tren, bukan memprediksi harga," katanya. Jadi kalau tren saham sedang bearish, jangan dilawan karena itu sama saja dengan menadah pisau yang jatuh.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN