Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Komunitas Arsel sekaligus penanggung jawab Desa Binaan Bukit Peramun Adie Darmawan sedang berbincang bersama Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Inge Setiawati dan Executive Vice President  Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn di Bukit Peramun, Belitung, Sabtu (09/11/2019). Foto/Listyorini.

Ketua Komunitas Arsel sekaligus penanggung jawab Desa Binaan Bukit Peramun Adie Darmawan sedang berbincang bersama Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Inge Setiawati dan Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn di Bukit Peramun, Belitung, Sabtu (09/11/2019). Foto/Listyorini.

DESA BINAAN BCA

Wisata Digital Bukit Peramun, Tawarkan Keindahan Flora dan Fauna Belitung

Listyorini, Senin, 11 November 2019 | 10:30 WIB

Belitung, investor.id – Keindahan dan keragaman flora dan fauna Belitung, menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Bukit Peramun. Salah satu yang menjadi buruan wisatawan adalah melihat satwa langka tarsius, monyet hantu yang bertubuh mungil dan bermata besar.

Tarsius Belitung berbeda dengan yang menghuni hutan Sulawesi. Ia tidak tinggal di lubang-lubang pohon, tetapi di bawah kanopi dedaunan. Istimewanya lagi, ia memiliki telinga yang mampu mengolah gelombang ultrasonik.

“Banyak para wisatawan lokal dan mancanegara menjadikan Belitung sebagai salah satu destinasi wisata karena keindahan alam dan kulturnya. Istimewanya, Belitung juga memiliki Desa Wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Bukit Peramun yang menawarkan wisata alam, wisata edukasi, dan wisata petualangan. Satu hal lain yang menjadi keunggulan Bukit Peramun yaitu mengaplikasikan teknologi virtual guide untuk lebih memanjakan pengunjungnya dalam berwisata,” kata Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Inge Setiawati dalam acara diskusi Kafe BCA on The Road, di Belitung, Sabtu (09/11/2019). Pembicara lainnya dalam diskusi tersebut adalah Ketua Komunitas Arsel sekaligus penanggung jawab Desa Binaan Bukit Peramun Adie Darmawan, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Belitung Timur Andriyanto Putra.

Bukit Peramun Belitung yang telah diresmikan beberapa waktu lalu oleh BCA memiliki keunikan yang secara tidak langsung menarik antusiasme wisatawan. Pasalnya, di bukit tersebut tumbuh beragam tanaman lokal yang sering diramu oleh masyarakat menjadi obat-obatan. Desa ini terletak pada ketinggian 129 mdpl di wilayah Belitung Barat. Kekayaan flora dan fauna, dikembangkan dalam berbagai lokasi spot foto antara lain rumah hobbit, jembatan merah, batu kembar dan mobil terbang.

Salah satu yang menjadi buruan wisatawan pengunjung Bukit Peramun adalah melihat satwa langka tarsius, monyet hantu yang bertubuh mungil dan bermata besar.
Salah satu yang menjadi buruan wisatawan pengunjung Bukit Peramun adalah melihat satwa langka tarsius, monyet hantu yang bertubuh mungil dan bermata besar.

Desa ini juga dikenal sebagai desa berbasis digital, karena keberhasilan pengurus desa dalam mengaplikasikan sistem QR Code untuk memperkenalkan jenis dan manfaat tanaman di Bukit Peramun, dan virtual guide dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris). "Konsep digital dikembangkan agar wisatawan tertarik mengenal kekayaan flora dan fauna Belitung. Karena terdengar aneh, banyak yang penasaran dan datang mengunjungi Bukit Peramun," kata Ketua Komunitas Arsel sekaligus penanggung jawab Desa Binaan Bukit Peramun Adie Darmawan.

Adie menyebutkan sejumlah keunikan wisata Bukit Peramun, antara lain bukit tersebut sudah ditetapkan sebagai geopark Belitung, ada 147 jenis pohon, 8 jenis anggrek, tanaman lumut, kaolin, berbagai jenis burung, dan yang paling membuat penasaran wisatawan adalah binatang tarsius.

Desa Binaan BCA

Menurut Inge, BCA tertarik untuk membina wisata Bukit Peramun karena keindahan alam, budaya, dan warisan leluhur Indonesia yang orisinil sehingga perlu terus digaungkan karena merupakan kekayaan bangsa. "BCA menyadari pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi penting di Indonesia dan memiliki posisi strategis dalam peningkatan devisa negara," katanya.

Wujud nyata peran dan dukungan BCA, kata Inge, dilakukan dengan pendampingan dalam penguatan kapasitas dan SDM di desa binaan Bukit Peramun Belitung. Model pengembangan komunitas lokal yang dilakukan BCA, kata dia, selalu bertumpu pada potensi lokal yang belum dikembangkan secara maksimal. Kehadiran BCA, melalui program desa binaan, membantu masyarakat lokal agar mampu mengembangkan potensi daerahnya menjadi sumber ekonomi yang menjanjikan di masa mendatang.

“BCA mulai melakukan pendampingan Desa Binaan Bukit Peramun sejak 2018. Sebagai langkah awal, kami memfasilitasi beberapa pelatihan, seperti Layanan Prima, Standar Layanan, Creative Selling Skill, dan Golden Heart Leadership. Di sisi lain, BCA juga memberikan donasi untuk pengembangan mushola, digital information system, tugu/prasasti, dan lain-lain” kata Inge.

Pelatihan dan pendampingan yang diberikan BCA untuk pengurus Bukit Peramun berhasil menghantarkan Desa Bukit Peramun Belitung menorehkan prestasi di ajang ISTA (Indonesian Sustainable Tourism Awards ) 2019 beberapa waktu lalu. Pada ajang tersebut, Bukit Peramun mendapat penghargaan Green Gold kategori Pelestarian Lingkungan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA