Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Bintraco Dharma Tbk. Foto: bintracodharma.com

PT Bintraco Dharma Tbk. Foto: bintracodharma.com

2020, Bintraco Naikkan 'Capex' Hingga 100%

Ghafur Fadillah, Jumat, 15 November 2019 | 18:36 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) memproyeksikan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan sebesar Rp 150 miliar, naik 100% dibandingkan tahun ini Rp 75 miliar. Capex tersebut akan bersumber dari kas internal dan pinjaman.

Presiden Direktur Bintraco Dharma Benny Redjo Setyono menjelaskan, capex tahun depan akan digunakan untuk ekspansi, yakni untuk pembangunan bengkel baru bernama CarFix, dealer roda empat, dan pengembangan aplikasi digital bernama Carworld. Perseroan juga menargetkan pembangunan hingga 40 bengkel baru yang akan  tersebar di beberapa daerah, seperti Jakarta dan Jawa Timur.

"Langkah tersebut diambil, karena kami proyeksikan tahun depan penjualan kami akan stabil, karena bisnis dalam bidang otomotif mengikuti perkembangan ekonomi. Walaupun sempat tertekan dan naik-turun, kami tidak khawatir karena pasar mobil Indonesia akan terus bertumbuh dan secara tren naik," kata Benny di Jakarta, Jumat (15/11).

Aplikasi Carworld adalah hasil ciptaan PT Carsworld Digital Indonesia yang bertujuan untuk memenuhi berbagai kebutuhan otomotif dalam satu ekosistem yang terintegrasi dari penjualan mobil baru, mobil bekas, dan bengkel mobil bekas serta pembiayaan otomotif.

Benny menambahkan, dengan adanya aplikasi tersebut, perseroan berharap dapat kontribusi besar terhadap perseroan karena terintegrasi langsung dengan pelanggan. Adapun pengembangannya dalam waktu dua sampai tiga tahun dan memberikan kontribusi besar terhadap perseroan.

"Targetnya kontribusi dari aplikasi tersebut bisa sama dengan after sales dan bengkel umum kami. Aplikasi tersebut juga berguna untuk menjaring potensial pelanggan dari pembiayaan multiguna atau sekadar untuk pemberian saran-saran alternatif servis kendaraan," paparnya.

Sementara itu, perseroan berhasil membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 117 miliar per kuartal III-2019, turun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp 202 miliar. Penurunan laba tersebut akibat tidak stabilnya kondsi ekonomi Indonesia saat Pemilu berlangsung.

“Hal tersebut juga turut mempengaruhi pendapatan bersih kami yang juga mengalami penurunan sekitar 3% menjadi sebesar Rp 5,5 triliun per kuartal III-2019 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 5,6 triliun," pungkasnya.

Selanjutnya, perseroan juga memutuskan untuk menunda penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) anak usahanya yang bernama PT Meka Adipratama, perusahaan yang bergerak di bidang perawatan kendaraan.

Benny menjelaskan, penundaan tersebut dilakukan karena perseroan menilai saat ini kondisi industri otomotif masih mengalami tekanan. "Kami akan menunggu kondisi pasar yang lebih stabil dan cocok untuk anak usaha kami agar bisa IPO, karena untuk mencari dana selain dengan IPO masih bisa menggunakan pendanaan di level holding, operasi, atau joint venture/KSO," jelasnya.

Sebelumnya, anak usaha perseroan, yaitu PT Andalan Finance Indonesia, menandatangani perjanjian kerja sama pemberian kredit kendaraan bermotor dan pemberian fasilitas Uncommitted Line dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 480 miliar.

Direktur Utama Andalan Finance Suhendra Lie mengatakan, perjanjian kerja sama yang kelima kalinya ini merupakan bukti terjalinnya hubungan baik, serta tingginya tingkat kepercayaan BRI kepada Andalan Finance dengan diberikannya fasilitas kredit sebesar Rp 480 miliar.

“Kerja sama ini juga membuktikan bahwa BRI percaya akan kemampuan Andalan Finance dalam memasarkan pembiayaan yang berkualitas di tengah semakin ketatnya persaingan industri pembiayaan,” kata Lie.

Lie menambahkan, Andalan Finance optimistis dalam menghadapi tahun 2019 dengan mengubah model bisnis yang lebih fokus pada pembiayaan kredit multiguna dengan jaminan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dengan memanfaatkan data base group, namun untuk pembiayaan mobil baru dan bekas akan tetap dipertahankan.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA