Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Aktivitas PT J Resources Asia Pasifik Tbk

Aktivitas PT J Resources Asia Pasifik Tbk

Gagal Bayar Utang ke BNI, Pergerakan Saham PSAB Berpotensi Tertekan

Selasa, 14 September 2021 | 15:09 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA,Investor.id – Pergerakan harga saham PT J Resources Asia Pasifik Tb(PSAB) berpotensi mengalami tekanan, menyusul adanya sentimen negatif gagal bayar fasilitas B pinjaman senilai US$ 40 juta kepada PT Bank Negara Indonesia Tb (BBNI).

Aapalagi gagal bayar pinjaman tersebut bisa berimbas terhadap terhadap pinjaman lainnya yang diterbitkan perseroan, termasuk obligasi.

Analis Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, pelaku pasar akan menjaga portofolio investasinya dengan menjauhi emiten-emiten yang sedang mengalami persoalan kewajiban pelunasan utang, seperti yang dialami J Resources melalui anak usahnya, J Resources Nusantara.

“Pelaku pasar akan melihat sejauh mana kasus ini dapat diselesaikan, umumnya kalau ada permasalahan maka pelaku pasar akan menjauhi dulu sampai terdapat penyelesaian kasus ini,” katanya di Jakarta, Selasa(14/9).

Menurut Reza, tekanan jual terhadap saham PSAB akan berlanjut, jika penyelesaian permalasahan ini berujung pada penyitaan aset emiten tambang emas itu. “Hal itu akan berdampak kegiatan operasional PSAB,” terangnya.

Di sisi lain sisi lain terang Reza, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengamati penyelasaian permasalahan kasus ini. “Potensi suspend ada, tapi kalau pengaruhnya tidak signifikan paling hanya diminta menyampaikan keterangan,” tuturnya.

Sebelumnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) meminta J Resources Nusantara (JRN), anak usaha J Resources Asia Pasifiksegera membayar kredit yang telah jatuh tempo sesuai perjanjian pada 31 Agustus 2021.

Hal itu tertuang dalam jawaban BBNI atas pertanyaan regulator bursa yang diunggah pada laman bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (10/9).

“Kredit telah jatuh tempo pada tanggal 31 Agustus 2021 dan sesuai perjanjian, kewajiban tersebut harus segera diselesaikan,” tulis manajemen BBNI.

BNI menyebutkan bahwa pihaknya telah mempertimbangkan prospek bisnis industri pertambangan serta kemampuan bayar anak usaha J Resources sebelum mengucurkan pinjaman itu. Oleh sebab itu, BNI telah melakukan mitigasi atas potensi risiko yang terjadi seperti menetapkan pencadangan.

Sementara itu, PSAB juga telah menyampaikan jawabanya atas pernyataan BBNI itu. Dalam jawaban J Resources kepada BEI disebutkan tengah dalam proses pembiayaan ulang atas Fasilitas B senilai US$ 40 juta kepada BBNI. Bahkan, pada tanggal 27 Agustus 2021, perseroan dan salah satu pihak yang akan memberikan fasilitas refinancing atas Fasilitas B melakukan pertemuan dengan BBNI.

Dalam pertemuan tersebut, pihak JRN akan membayarkan sebagian dari Fasilitas B, yaitu sebesar USD 5 juta sebelum tanggal 31 Agustus 2021 dan sisa dari Fasilitas B, yaitu sebesar USD 32,987 juta beserta bunganya akan dibayarkan secara penuh paling lambat tanggal 30 September 2021.

Selanjutnya, pada tanggal 27 Agustus 2021, JRN mengirimkan surat kepada BBNI yang berisi mengenai komitmen JRN untuk melaksanakan hasil diskusi antara JRN dan BBNI tersebut dan pada tanggal 30 Agustus 2021.

Ditegaskan, JRN telah membuktikan komitmennya sesuai hasil diskusi pada tanggal 27 Agustus 2021, dengan melakukan pembayaran sebagian Fasilitas B kepada Bank BNI, yaitu sebesar USD 5 juta.

Sayangnya, pada 1 September 2021, JRN menerima surat dari BBNI yang menyatakan bahwa Fasilitas A dan Fasilitas B yang telah diutilisasi oleh JRN berdasarkan Secured Facilities Agreement, yaitu sebesar USD 95,087 juta menjadi jatuh tempo dan harus dibayar secara sekaligus dan seketika.

“Kami sangat terkejut karena isi dari surat tersebut sangat berbeda dengan hasil pertemuan antara JRN dan BNI pada tanggal 27 Agustus 2021,” tulis manajemen PSAB.

Untuk diketahui, fasilitas B senilai USD50 juta yang diraih pada tanggal 12 April 2019 sejatinya jatuh tempo pada tanggal 12 April 2020. Rencananya, fasilitas ini akan dilunasi dengan dana hasil right issue.

Selain, itu JRN juga mendapat Fasilitas A sebesar USD 96, 529 juta yang akan jatuh tempo pada 16 Maret 2024. Kemudian, Fasilitas C sebesar USD 95, 455 juta yang akan jatuh tempo 8 tahun sejak tanggal perjanjian.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN