Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Foto: Hutama Karya

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Foto: Hutama Karya

Himpun Dana Rp 1,5 T, Obligasi Hutama Karya Oversubscribed 3,9 Kali

Selasa, 14 September 2021 | 16:55 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Hutama Karya (HK) mendapatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,9 kali dari penerbitan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi II Tahap I 2021 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap I 2021. Dari aksi korporasi tersebut, emiten plat merah ini menghimpun total dana Rp 1,5 triliun.

Perseroan menawarkan obligasi II senilai Rp 1 triliun dengan waktu tenor 3 tahun, 5 tahun, dan 7 tahun dengan tingkat kupon  masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan  9,3% yang efektif per 7 September 2021.

Sedangkan penerbitan Sukuk Mudharabah  Berkelanjutan I Tahap I 2021 sebesar Rp  500 miliar dengan waktu tenor 3 tahun, 5  tahun, dan 7 tahun dengan nilai imbal hasil masing-masing sebesar 8,25%, 8,55% dan 9,3% yang efektif per 7 September 2021. 

Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto mengapresiasi animo para investor. Menurut dia, sebagai salah satu BUMN yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah, Hutama Karya mendukung target rencana jangka menengah Pemerintah khususnya dalam memastikan keberhasilan pelaksanaan penugasan pembangunan Jalan Tol Trans  Sumatera (JTTS) dan proyek infrastruktur strategis lain.

“Dalam lima tahun terakhir, Hutama Karya  mencatat pertumbuhan kinerja yang baik di mana hingga Desember 2020, total aset perusahaan mencapai Rp 110,98 triliun atau tumbuh 362% dibandingkan 2016,” papar Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (14/9).

Hutama Karya, kata Budi, akan terus berupaya melakukan diversifikasi sumber  pendanaan eksternal. Selain melalui lembaga keuangan baik bank maupun  non-bank yang dimulai dari Penawaran  Umum Obligasi I HK Tahun 2013 dan penerbitan Global Bonds senilai US$ 600 juta atau setara Rp 9 triliun pada Mei 2020, perusahaan telah mendapatkan 5x oversubscribed.

"Kami mengapresiasi minat para investor  yang secara tidak langsung turut  mendukung menyukseskan penyelesaian pembangunan JTTS dan semakin terbukanya akses infrastruktur di  Indonesia," tuturnya.

Melalui penerbitan obligasi berkelanjutan ini, Budi berharap dapat memperbaiki  struktur permodalan perusahaan untuk  mendukung target rencana jangka  menengah Pemerintah khususnya pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN